News / Nasional
Selasa, 21 April 2026 | 17:19 WIB
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menegaskan kedaulatan udara Indonesia tetap terjaga melalui prosedur pemberitahuan militer AS resmi.
  • Kerja sama strategis dengan AS meliputi modernisasi alutsista, transfer teknologi, dan pendidikan militer demi memperkuat pertahanan nasional Indonesia.
  • DPR RI memastikan Indonesia tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif tanpa bergabung dengan aliansi militer.

Suara.com - Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, memberikan klarifikasi terkait isu perjanjian akses lintas udara militer Amerika Serikat (AS) di wilayah ruang udara Indonesia.

Ia menegaskan, bahwa kedaulatan udara Indonesia tetap menjadi prioritas utama dan tidak akan terkompromi oleh kerja sama tersebut.

Utut mengaku telah mengonfirmasi perihal ini secara langsung kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Ia memastikan bahwa setiap pergerakan militer Amerika Serikat yang melintasi wilayah Indonesia wajib melalui prosedur pemberitahuan resmi.

"Kemudian kedaulatan udara adalah mutlak, artinya buat kita, jadi tetap harus ada notice kepada Kemhan dan AURI kita," ujar Utut di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, bahwa kerja sama antara Indonesia dan AS ini mencakup aspek-aspek strategis seperti modernisasi alutsista, transfer teknologi, hingga pengembangan pendidikan militer yang profesional bagi prajurit TNI.

"Dari itu semua kita akan memperoleh peace through strength. Jadi kekuatan yang kita makin kuat tetapi untuk tujuan damai," jelasnya.

Mantan pecatur nasional ini juga menepis kekhawatiran bahwa perjanjian tersebut akan mengikis prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

Ia menegaskan posisi parlemen yang tetap menolak Indonesia tergabung dalam aliansi militer mana pun.

Baca Juga: Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

"Apakah ini nanti potensi mengganggu sikap kita yang bebas dan aktif? Saya rasa pasti tidak, karena kita di Senayan juga bagian dari yang selalu menekankan bahwa kita tidak boleh masuk ke aliansi militer. Jadi bahwa kita tetap bebas aktif," tegasnya.

Utut menambahkan, Indonesia akan terus konsisten menjadi negara yang bersahabat dengan semua pihak. Ia mencontohkan bagaimana Indonesia tetap menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat meskipun kini telah bergabung dengan blok ekonomi BRICS.

"Kalau ada kekhawatiran pasti, sampai seberapa jago atau sampai seberapa fleksibel kita masih bisa di antara dua karang itu," tuturnya.

Lebih lanjut, Utut menganalogikan posisi diplomasi Indonesia saat ini dengan doktrin klasik pendiri bangsa, Mohammad Hatta.

"Kalau Bung Hatta terkenal 'Mendayung di Antara Dua Karang', nah ini sekarang ini benar-benar sedang kita jalani," pungkasnya.

Load More