- Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menegaskan kedaulatan udara Indonesia tetap terjaga melalui prosedur pemberitahuan militer AS resmi.
- Kerja sama strategis dengan AS meliputi modernisasi alutsista, transfer teknologi, dan pendidikan militer demi memperkuat pertahanan nasional Indonesia.
- DPR RI memastikan Indonesia tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif tanpa bergabung dengan aliansi militer.
Suara.com - Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, memberikan klarifikasi terkait isu perjanjian akses lintas udara militer Amerika Serikat (AS) di wilayah ruang udara Indonesia.
Ia menegaskan, bahwa kedaulatan udara Indonesia tetap menjadi prioritas utama dan tidak akan terkompromi oleh kerja sama tersebut.
Utut mengaku telah mengonfirmasi perihal ini secara langsung kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Ia memastikan bahwa setiap pergerakan militer Amerika Serikat yang melintasi wilayah Indonesia wajib melalui prosedur pemberitahuan resmi.
"Kemudian kedaulatan udara adalah mutlak, artinya buat kita, jadi tetap harus ada notice kepada Kemhan dan AURI kita," ujar Utut di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan, bahwa kerja sama antara Indonesia dan AS ini mencakup aspek-aspek strategis seperti modernisasi alutsista, transfer teknologi, hingga pengembangan pendidikan militer yang profesional bagi prajurit TNI.
"Dari itu semua kita akan memperoleh peace through strength. Jadi kekuatan yang kita makin kuat tetapi untuk tujuan damai," jelasnya.
Mantan pecatur nasional ini juga menepis kekhawatiran bahwa perjanjian tersebut akan mengikis prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
Ia menegaskan posisi parlemen yang tetap menolak Indonesia tergabung dalam aliansi militer mana pun.
Baca Juga: Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
"Apakah ini nanti potensi mengganggu sikap kita yang bebas dan aktif? Saya rasa pasti tidak, karena kita di Senayan juga bagian dari yang selalu menekankan bahwa kita tidak boleh masuk ke aliansi militer. Jadi bahwa kita tetap bebas aktif," tegasnya.
Utut menambahkan, Indonesia akan terus konsisten menjadi negara yang bersahabat dengan semua pihak. Ia mencontohkan bagaimana Indonesia tetap menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat meskipun kini telah bergabung dengan blok ekonomi BRICS.
"Kalau ada kekhawatiran pasti, sampai seberapa jago atau sampai seberapa fleksibel kita masih bisa di antara dua karang itu," tuturnya.
Lebih lanjut, Utut menganalogikan posisi diplomasi Indonesia saat ini dengan doktrin klasik pendiri bangsa, Mohammad Hatta.
"Kalau Bung Hatta terkenal 'Mendayung di Antara Dua Karang', nah ini sekarang ini benar-benar sedang kita jalani," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
Teka-teki Izin Terbang Pesawat AS di Langit RI, Ancam Kedaulatan?
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Bukan Sekadar Melintas, Pesawat Militer AS Dikhawatirkan 'Scanning' Data Rahasia Indonesia
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi
-
Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
-
Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda
-
Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah
-
PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak
-
AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?