- Amerika Serikat mengajukan proposal izin terbang bebas meski telah melakukan 18 pelanggaran wilayah kedaulatan Indonesia sepanjang 2024 hingga 2025.
- Kementerian Luar Negeri mendesak Kementerian Pertahanan menunda kesepakatan tersebut karena AS mengabaikan protes diplomatik terkait operasi pengintaian ilegal mereka.
- Kementerian Pertahanan RI memastikan izin terbang tidak termasuk dalam pilar kerja sama pertahanan yang baru disepakati kedua negara.
Suara.com - Upaya Amerika Serikat untuk mendapatkan akses ruang udara secara penuh di wilayah Indonesia mendapat sorotan tajam dari banyak pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
Pasalnya, Pentagon menyodorkan proposal izin terbang bebas (blanket clearance) setelah sebelumnya militer mereka berkali-kali melanggar tanpa mendapat hukuman atau sanksi yang layak.
Menyitat Reuters, armada militer Amerika Serikat tercatat 18 kali melanggar kedaulatan teritorial Indonesia tanpa iktikad baik untuk merespons protes Jakarta.
Fakta ironis ini terungkap dari surat rahasia Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang ditujukan kepada Kementerian Pertahanan pada awal April lalu.
Berdasarkan data Kemlu, pesawat militer AS telah melakukan operasi pengintaian di Laut China Selatan dan melanggar batas wilayah perairan serta ruang udara Indonesia sebanyak 18 kali dalam kurun waktu Januari 2024 hingga April 2025.
Respons Semena-mena Amerika Serikat
Surat tersebut, sebagaimana laporan Reuters, mencatat bahwa protes diplomatik yang dilayangkan Indonesia atas operasi ilegal tersebut tidak pernah mendapat tanggapan atau respons yang layak dari pihak Amerika Serikat.
Meski memiliki rekam jejak pelanggaran tersebut, AS justru mencoba melobi Kemhan RI—jelang pertemuan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan AS Pete Hegseth di Washington—untuk melegalkan manuver mereka.
Jika disetujui, proposal ini akan membebaskan Washington untuk memaksimalkan armada pengintaiannya di atas wilayah Indonesia, sebuah negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau.
Baca Juga: Klaim Iran Kalah dan Hormuz Dibersihkan, Donald Trump Ucap 'Alhamdulillah'
Merespons isu krusial tersebut, Kemlu sebagaimana laporan Reuters, mendesak agar Kemhan menunda kesepakatan tersebut.
Juru Bicara Kemhan RI, Rico Ricardo Sirait pun merespons tekanan tersebut. Dia mengonfirmasi bahwa izin terbang tidak dimasukkan ke dalam pilar kerja sama pertahanan yang baru disepakati kedua negara.
"Kementerian Pertahanan menghormati pandangan dan masukan dari seluruh kementerian dan lembaga terkait. Setiap proposal tidak dapat diartikan sebagai keputusan final," tegas Sirait.
Sementara itu, pihak Pentagon hingga kini belum memberikan tanggapan terkait isu pelanggaran wilayah maupun nasib proposal pemberian akses ruang udara di wilayah Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel
-
Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia
-
Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas