-
Kapal perang Iran merusak anjungan kapal kontainer di Selat Hormuz tanpa peringatan radio sebelumnya.
-
Donald Trump tetap memblokir pelabuhan Iran meskipun mengklaim adanya perpanjangan status gencatan senjata.
-
Iran menganggap blokade ekonomi Amerika Serikat sebagai tindakan perang dan menolak perundingan damai.
Suara.com - Aksi penembakan kapal kontainer oleh militer Iran di Selat Hormuz menjadi sinyal kegagalan diplomasi antara Washington dan Teheran.
Serangan mendadak ini membuktikan bahwa gencatan senjata yang diklaim sepihak tidak mampu meredam ketegangan di jalur logistik global.
Dikutip dari CNN, insiden ini terjadi tepat saat Amerika Serikat justru memperketat pengepungan ekonomi dengan menutup akses pelabuhan utama milik Iran.
Kapal perang milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan mendekati kapal komersial tersebut tanpa memberikan peringatan komunikasi radio.
Pasukan elit tersebut langsung melepaskan tembakan yang mengakibatkan kerusakan serius pada bagian anjungan atau ruang kemudi kapal.
UK Maritime Traffic Organization (UKMTO) mengonfirmasi bahwa seluruh kru kapal dinyatakan selamat dari serangan fajar tersebut.
Meskipun bagian atas kapal hancur, tidak ditemukan adanya titik api maupun kebocoran limbah yang mengancam ekosistem laut.
Hingga saat ini, identitas bendera kapal serta koordinat pasti lokasi kejadian masih dirahasiakan oleh otoritas keamanan maritim.
Serangan ini menambah daftar panjang aksi militer Iran setelah sebelumnya dua kapal berbendera India juga menjadi sasaran tembak.
Baca Juga: Ogah Dijebak Donald Trump, Iran Boikot Negosiasi Islamabad dan Siapkan Serangan Balasan
Pihak Garda Revolusi Iran sebelumnya telah mengancam akan menutup total Selat Hormuz jika blokade ekonomi Amerika tetap berlanjut.
Konflik Diplomasi Antara Trump dan Teheran
Presiden Donald Trump menyatakan tetap memperpanjang gencatan senjata namun bersikeras mempertahankan pemblokiran pelabuhan yang telah memasuki pekan kedua.
Trump berdalih bahwa membuka kembali akses pelabuhan tanpa kesepakatan akhir hanya akan merusak posisi tawar perdamaian Amerika Serikat.
“Kami tidak akan membuka selat sampai kami memiliki kesepakatan akhir,” kata Trump pada hari Selasa di CNBC.
Di sisi lain, perundingan damai di Islamabad yang dijadwalkan melibatkan Wakil Presiden JD Vance terpaksa dibatalkan akibat situasi ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan
-
Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay