- Gencatan senjata yang didiktekan AS menjadi bukti kegagalan strategis Israel dalam menghadapi kekuatan dan ketangguhan Republik Islam Iran.
- Oposisi Israel, Yair Lapid, mengakui rezim Iran tetap tidak terkalahkan dan terus menjadi ancaman nyata bagi pertahanan rezim Zionis.
- Benjamin Netanyahu menghadapi krisis politik parah akibat kegagalan perang, skandal korupsi, hingga statusnya sebagai buronan kejahatan perang ICC.
Suara.com - Ilusi kemenangan cepat rezim Zionis atas Republik Islam Iran hancur berkeping-keping setelah Benjamin Netanyahu terpaksa menelan pil pahit berupa gencatan senjata ganda yang didiktekan oleh sekutunya, Amerika Serikat.
Alih-alih melumpuhkan kekuatan pertahanan Teheran seperti yang digembar-gemborkan, penghentian konflik ini justru menelanjangi kegagalan strategis Israel yang kini memicu gelombang kekecewaan besar di Tel Aviv.
Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, dengan tajam menyoroti fakta bahwa bangsa Persia tetap tidak terkalahkan dan siap membalas setiap agresi, sehingga membuat posisi politik Netanyahu berada di ujung tanduk menjelang pemilu musim gugur mendatang.
Retorika Kosong Sang Perdana Menteri
Meskipun gagal mencapai tujuan militernya, "Bibi" Netanyahu tanpa henti terus memborbardir publik dengan narasi kemenangan palsu sesaat setelah AS secara sepihak mengumumkan gencatan senjata.
Sang Perdana Menteri sibuk melontarkan pernyataan superlatif untuk menutupi rasa malu atas ketidakmampuan pasukannya di lapangan.
"Kami telah melakukan perubahan bersejarah di Iran," kata Netanyahu dikutip dari Sweden Herald.
"Kami telah meraih keberhasilan yang luar biasa."
"Kami telah menghancurkan rezim tersebut."
Baca Juga: Jalur Perdagangan Selat Hormuz Ditutup Donald Trump Membuat Posisi Diplomasi Iran Semakin Terjepit
Realitas Pahit di Mata Oposisi
Klaim halusinasi tersebut langsung dimanfaatkan oleh pihak oposisi yang melihat peluang emas untuk mendulang suara rakyat yang frustrasi menjelang pemilihan umum mendatang.
Pemimpin oposisi Yair Lapid dari partai Yesh Atid secara terbuka membeberkan kelemahan fatal militer Israel dalam sebuah konferensi pers yang panas.
"Netanyahu memimpin kita pada kegagalan strategis total."
Lapid menegaskan bahwa dari semua kemungkinan yang ada, sang perdana menteri justru memberikan hasil yang paling buruk bagi negaranya sendiri.
"Rezim di Iran tidak terkalahkan, ancaman nuklir masih ada, dan rudal balistik serta roket Hizbullah masih diarahkan ke setiap rumah di Israel."
Berita Terkait
-
Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat
-
Jerman Kini Ikut Campur, Berencana Kerahkan Kapal untuk Misi Selat Hormuz
-
Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang
-
Ogah Dijebak Donald Trump, Iran Boikot Negosiasi Islamabad dan Siapkan Serangan Balasan
-
Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan