- Pemerintah Jerman berencana mengerahkan tiga kapal untuk mendukung misi internasional pengamanan pelayaran di Selat Hormuz pada 2026.
- Dewan Keamanan Nasional Jerman mensyaratkan mandat resmi dari Dewan Keamanan PBB sebelum memulai partisipasi dalam misi tersebut.
- Selain kapal, Jerman turut mempertimbangkan penggunaan pesawat pengintai yang saat ini berada di Djibouti untuk misi pengamanan.
Suara.com - Jerman berencana ikur campur dalam konflik yang terjadi di Selat Hormuz.
Tak tanggung-tanggung, mereka akan mengerahkan tiga kapal untuk berpartisipasi dalam misi internasional pengamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Hal itu terungkap dalam pertemuan dewan tersebut yang dipimpin Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Sejumlah isu politik dan ekonomi penting juga turut dibahas, termasuk situasi di Timur Tengah seperti yang diwartakan RIA Novosti, Rabu (22/4/2026).
Dalam laporan itu disebutkan bahwa Dewan Keamanan Nasional Jerman diharapkan dapat mengerahkan dua kapal penyapu ranjau dan satu kapal pasokan untuk berpartisipasi dalam misi tersebut.
Pengerahan kapal itu juga perlu mendapat mandat internasional, yang sebaiknya dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), sebagai prasyarat utama bagi partisipasi Jerman dalam misi tersebut.
Selain itu, Jerman telah mengusulkan akan mengerahkan pesawat pengintai kecil, yang saat ini ditempatkan di Djibouti sebagai bagian dari Operasi Aspides.
Sebelumnya diberitakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada awal April lalu mempertimbangkan dengan serius untuk menarik Amerika Serikat dari Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) karena anggota aliansi tersebut menolak mendukung AS dan Israel dalam berperang melawan Iran.
Trump pun mengatakan dia tidak lagi menganggap Eropa sebagai mitra pertahanan yang dapat diandalkan karena menolak permintaannya untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz.
Baca Juga: Jalur Perdagangan Selat Hormuz Ditutup Donald Trump Membuat Posisi Diplomasi Iran Semakin Terjepit
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan