- Direktur CELIOS Media Wahyudi Askar mengkritik implementasi program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional dalam diskusi Komnas HAM.
- Studi menunjukkan program tidak berbasis data, salah sasaran, dan memiliki kualitas makanan buruk serta jadwal distribusi yang tidak tepat.
- Pemerintah belum memiliki bukti ilmiah terkait peningkatan kesehatan atau prestasi siswa serta diduga memanipulasi narasi melalui berbagai influencer.
Suara.com - Direktur Kebijakan publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Dr. Media Wahyudi Askar, melontarkan kritik terhadap implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Hal tersebut disampaikan dalam forum diskusi yang diselenggarakan Komnas HAM dengan bertajuk pemenuhan hak anak, pangan, kesehatan, dan rasa aman dalam tata kelola MBG.
Berdasarkan hasil studi independen, program ini dinilai tidak berbasis data yang kuat, salah sasaran, hingga berpotensi membuang anggaran triliunan rupiah setiap harinya. Bahwa salah satu temuan yang paling mencolok adalah besarnya potensi makanan yang terbuang (sisa makanan).
Media juga memaparkan fakta di lapangan yang jauh dari juknis BGN. Di beberapa wilayah, pendistribusian makanan dilakukan pada waktu yang tidak tepat, yakni sekitar pukul 08.00 pagi, terlalu siang untuk sarapan namun terlalu pagi untuk makan siang.
Selain waktu, kualitas rasa juga menjadi keluhan utama. Media mencontohkan kasus di sebuah sekolah swasta di Yogyakarta di mana para siswa justru enggan memakan jatah MBG tersebut.
“Hampir setengah teman-temannya tidak makan sama sekali. Apa katanya, 'Kenapa nggak dimakan?' 'Nggak enak katanya, terasa hambar katanya, asam nasinya', ujar Media, Rabu (22/4/2026).
Ia juga menyoroti program pemaksaan ini pada sekolah swasta yang sebenarnya sudah memiliki layanan makanan mandiri, sehingga menambah beban durasi sekolah hanya untuk formalitas distribusi makan gratis tersebut.
Klaim Dampak Kesehatan
Terkait klaim pemerintah bahwa MBG akan meningkatkan kesehatan, daya beli, dan prestasi siswa, Media menyebut hal itu belum terbukti secara ilmiah.
Baca Juga: Proyek IT MBG Rp1,2 T Dituding Gaib, Kepala BGN Pastikan Anggaran Nyata dan Transparan
Studi yang melibatkan pakar dari World Food Program (WFP) menunjukkan tidak ada peningkatan yang signifikan pada kesehatan maupun perilaku belajar siswa.
"Kalau tadi ada yang mengatakan bahwa setelah MBG itu kemudian anak-anak menjadi rajin belajar bernilai 100 itu omong kosong. Ini data yang kami temukan tidak ada dampak yang sama sekali terhadap perilaku anak di sekolah," ujarnya.
Ia juga menyertakan ketiadaan data garis dasar (data dasar) terkait stunting di masyarakat. Tanpa data awal yang akurat, pemerintah menganggap tidak mungkin berhasilnya program ini di masa depan.
Dugaan Kendali Media dan 'Buzzer'
Media juga menyoroti sisi gelap di balik promosi program masif MBG. Ia menduga adanya upaya sistematis untuk mengendalikan narasi publik melalui penggunaan influencer dan berguna membungkam kritik.
"Mereka dapat mengontrol segalanya sekarang. BGN itu mengontrol media massa, BGN itu mengontrol buzzer dan influencer saat ini. Bahkan kami juga bingung diserang oleh buzzer-buzzer gak jelas sebetulnya," ujarnya. (Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Makanan Prajurit AS 'Tak Layak' Saat Perang Iran, Netizen Sebut Lebih Enak MBG
-
Proyek IT MBG Rp1,2 T Dituding Gaib, Kepala BGN Pastikan Anggaran Nyata dan Transparan
-
Sudah Hitung-hitungan Modal, Uya Kuya Malah Tertarik Bikin Dapur MBG?
-
Trauma Rumah Dijarah, Uya Kuya Bikin Sayembara Rp1 Juta Buru Pelaku Hoaks Dapur MBG
-
PPN Jalan Tol dan Harga BBM Naik: Mengapa Napas Kelas Menengah RI Semakin Sesak?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL