- Kemensos dan Kemenkop meluncurkan program Koperasi Desa Merah Putih untuk membuka 1,4 juta lapangan kerja bagi penerima PKH.
- Program ini menyediakan berbagai posisi operasional di desa untuk meningkatkan kemandirian ekonomi serta memberikan sisa hasil usaha.
- Pemerintah masih merumuskan detail regulasi dan skema penggajian bagi para pekerja yang diprioritaskan bagi penduduk usia produktif.
Suara.com - Pemerintah membuka peluang kerja besar melalui program Koperasi Desa Merah Putih dengan proyeksi penyerapan hingga 1,4 juta tenaga kerja. Program ini ditujukan khusus bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai bagian dari upaya pemberdayaan agar bisa mandiri secara ekonomi dan keluar dari ketergantungan bantuan sosial.
Peluang tersebut muncul setelah Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjalin kerja sama untuk memperkuat program pemberdayaan berbasis koperasi di tingkat desa. Melalui skema ini, penerima bansos tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga kesempatan bekerja dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut, ke depan para penerima manfaat yang bergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih juga berpeluang memperoleh sisa hasil usaha (SHU) yang dapat menambah pendapatan mereka.
“Harapannya nanti setelah jadi anggota Koperasi, mereka bisa mendapatkan sisa hasil usaha yang akan menambah pendapatan, sehingga mereka nanti diharapkan bisa keluar dari kelompok di Desil 1 dan Desil 2,” ujar Ferry.
Siapa yang Bisa Daftar dan Kerja Apa Saja?
Meski terbuka luas, tidak semua penerima bansos bisa langsung mengisi posisi tersebut. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa prioritas akan diberikan kepada mereka yang berada dalam usia produktif dan berdomisili di wilayah yang sama dengan koperasi.
Adapun jenis pekerjaan yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari posisi operasional seperti driver, satpam, hingga penjaga gudang.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan, Tatang Yuliono, merinci proyeksi kebutuhan tenaga kerja dalam program ini, yaitu 240 ribu pengelola koperasi, 400 ribu pengurus, 240 ribu pengawas, serta 560 ribu tenaga unit usaha seperti toko, apotek, cold storage, dan logistik.
Secara total, lebih dari 1,4 juta lapangan kerja baru ditargetkan terbuka, terutama bagi masyarakat desa dan pemuda. Proses rekrutmen nantinya akan dilakukan oleh pemangku kepentingan di daerah agar sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal masing-masing wilayah.
Baca Juga: E-Meterai Bisa Beli di Alfamart? Ini Info Penting untuk Daftar Manajer Koperasi Merah Putih
Berapa Gajinya?
Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan besaran gaji yang akan diterima para pekerja di Koperasi Desa Merah Putih. Kemensos dan Kemenkop masih menyusun skema lengkap, termasuk kriteria penerima manfaat yang bisa direkrut serta aspek regulasi yang akan menjadi payung hukum program ini.
Selain itu, mekanisme iuran sebagai anggota koperasi juga tengah dikaji. Meski demikian, pemerintah memastikan iuran wajib tidak akan memberatkan.
“Setiap akhir tahun nanti akan mendapatkan bagian sisa hasil usaha, jadi anggap saja ini adalah bentuk tabungan dari para penerima manfaat,” jelas Mensos.
Realistis atau Tidak?
Di balik ambisi besar tersebut, sejumlah pihak mempertanyakan realistis tidaknya target penyerapan 1,4 juta tenaga kerja. Pengamat ketenagakerjaan Timboel Siregar menilai angka tersebut masih perlu dikaji lebih dalam.
Dengan target sekitar 80.000 koperasi, setiap koperasi rata-rata harus menyerap sekitar 17 pekerja. Hal ini dinilai belum sepenuhnya jelas dari sisi kebutuhan riil di lapangan.
“1,4 juta dibagi 80.000 kan 17 orang. Saya masih meragukan itu dipekerjakan di mana?” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi status pekerjaan yang cenderung informal, terutama jika pengelolaan koperasi sepenuhnya diserahkan ke desa.
“Kalaupun ada pekerjaan, kemungkinan besar informal. Berbeda dengan model bisnis ritel modern yang sudah profesional dan memiliki hubungan kerja formal,” kata Timboel.
Menurutnya, agar program ini berkelanjutan, Koperasi Desa Merah Putih perlu dikelola secara profesional dan mampu bersaing dengan jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret.
“Kalau tidak dikelola profesional, akan sulit bersaing. Harusnya koperasi ini bisa jadi kompetitor ritel modern sampai ke desa,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Tamat di Bunker Depok! Buronan Predator Seksual AS Dideportasi, Dijemput Langsung US Marshal
-
Profil Abdul Mateen, Anak Sultan Hassanal Bolkiah Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam
-
Sadis! Penembakan Massal Dekat Festival Toledo Ohio Amerika Serikat, Pengunjung Kocar-kacir
-
Menjaga Sisa Rasa Betawi: Kisah Selendang Mayang Bu Widya di Tengah Kepungan Kopi Boba
-
Kado HUT Jakarta: Jembatan Cincin Mulai Dibangun, Tiang Monorel Mangkrak Resmi Hilang!
-
Sakit Hati Diintimidasi, Ayah dan Anak di Cikupa Kompak Bunuh Pedagang Cilok
-
BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?
-
Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan
-
Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim