- Pemerintah Kota Hanoi menerapkan uji coba kawasan rendah emisi di Distrik Hoan Kiem mulai 1 Juli hingga 31 Desember.
- Kebijakan ini membatasi operasional sepeda motor bensin, truk logistik, serta angkutan penumpang tertentu di sebelas ruas jalan utama.
- Langkah strategis ini bertujuan memperbaiki kualitas udara perkotaan dengan rencana perluasan area implementasi secara bertahap hingga tahun 2029.
Suara.com - Pemerintah Kota Hanoi mulai mengambil langkah tegas dalam menekan polusi udara dengan merancang uji coba kawasan rendah emisi di pusat kota.
Kebijakan ini akan diterapkan di Distrik Hoan Kiem, salah satu kawasan tersibuk dan paling padat di ibu kota Vietnam.
Melansir dari laporan VN Express, dalam tahap awal yang dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juli hingga 31 Desember, sebanyak 11 ruas jalan utama akan masuk dalam zona pembatasan emisi.
Area tersebut mencakup jalan-jalan ikonik seperti Trang Tien, Hang Dao, hingga Ly Thai To, dengan total luas sekitar 0,5 km persegi dan dihuni sekitar 20.000 penduduk.
Salah satu poin paling mencolok dari kebijakan ini adalah pelarangan operasional sepeda motor berbahan bakar bensin, khususnya yang digunakan untuk layanan transportasi berbasis aplikasi.
Sementara itu, motor bensin pribadi masih diizinkan melintas, namun dengan pembatasan waktu ketat yakni pada Jumat malam serta sepanjang akhir pekan.
Tak hanya kendaraan roda dua, aturan juga menyasar kendaraan logistik dan angkutan penumpang.
Truk ringan hanya diperbolehkan beroperasi di luar jam sibuk, sedangkan truk dengan kapasitas lebih besar dibatasi ketat bahkan hingga dilarang masuk.
Kendaraan besar seperti bus non umum dan mobil berkapasitas di atas 16 penumpang juga diwajibkan memenuhi standar emisi tertentu dan tidak boleh melintas pada jam padat.
Baca Juga: Hari Bumi 2026: Refleksi di Tengah Kepungan Kabut dan Ancaman Karhutla
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Hanoi dalam memperbaiki kualitas udara yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, terutama di kawasan pusat kota.
Data pemerintah menunjukkan bahwa sektor transportasi menjadi penyumbang utama polusi, disusul aktivitas konstruksi dan debu jalan.
Jika uji coba ini dinilai berhasil, pemerintah Hanoi berencana memperluas cakupan kawasan rendah emisi ke wilayah yang lebih luas pada 2027, sebelum akhirnya diterapkan di seluruh area Ring Road 1 pada 2028–2029.
Wilayah tersebut mencakup area seluas lebih dari 26 km persegi dengan populasi ratusan ribu jiwa.
Kebijakan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa kota-kota besar di Asia Tenggara mulai bergerak lebih agresif dalam mengatasi krisis kualitas udara.
Dengan jumlah sepeda motor mencapai 6,9 juta unit di Hanoidan sekitar 450.000 berada di pusat kota, tantangan implementasi tentu tidak kecil.
Namun, langkah ini dinilai sebagai fondasi penting untuk mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan, memperkuat sistem angkutan publik, serta mengurangi ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar fosil di kawasan urban.
Berita Terkait
-
Nostalgia 5 Motor Lawas yang Keren di Eranya: Pusing Rawatnya, Susah Jualnya
-
5 Motor Matic Anti Ngebut Cocok untuk Hadiah Anak yang Keterima PTN
-
Partner Survival di Jaman Susah: 5 Motor Bermesin Tangguh tapi Ongkos Perawatan Murah
-
Doraemon Rilis Episode Spesial Berlatar Vietnam, Tayang 23 Mei
-
Mulai dari Rp16 Jutaan! Ini Rekomendasi Motor Listrik Volta Terbaik untuk Mobilitas Harian
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum
-
Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu
-
3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi
-
Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
-
Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum
-
Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup