- Pemerintah Iran resmi mengamankan pendapatan perdana dari penarikan tol bagi kapal yang melintasi wilayah Selat Hormuz.
- Dana hasil pemungutan tol tersebut telah disetorkan ke Bank Sentral Iran melalui mekanisme resmi perbankan nasional.
- Kebijakan ini memicu reaksi keras dari Amerika Serikat serta sekutunya yang mengkhawatirkan stabilitas jalur perdagangan energi global.
Suara.com - Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan keberhasilan mereka mengamankan pendapatan perdana dari kebijakan penarikan tol di Selat Hormuz, sebuah langkah berani yang menegaskan kedaulatan penuh Teheran atas jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.
Penerimaan devisa ini menjadi simbol perlawanan ekonomi yang nyata sekaligus menjadi bukti ketangguhan posisi Iran di tengah meningkatnya tensi geopolitik melawan hegemoni Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, di kawasan Timur Tengah.
Pengenaan retribusi di jalur "urat nadi" minyak global ini membuktikan bahwa Teheran kini memiliki kendali penuh untuk mendikte aturan main baru bagi kapal-kapal internasional yang ingin melintasi wilayah perairannya.
Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Hajibabaei, mengungkapkan bahwa dana hasil penarikan tol tersebut kini telah resmi masuk ke dalam kas negara melalui mekanisme perbankan nasional.
"Pendapatan pertama yang diterima dari tol Selat Hormuz telah disetorkan ke rekening Bank Sentral," ujar Hajibabaei sebagaimana dikutip oleh kantor berita Tasnim pada Kamis.
Pernyataan ini juga digaungkan oleh berbagai media lokal di Iran, menandakan adanya konsensus nasional yang kuat untuk memperkuat posisi tawar negara di kancah internasional.
Selat Hormuz yang menjadi titik krusial bagi pasokan energi dunia ini telah berubah menjadi titik api utama sejak pecahnya konflik besar di Timur Tengah pada 28 Februari lalu.
Dominasi Teheran di Jalur Energi Global
Sejak konflik memanas, otoritas Iran hanya mengizinkan sebagian kecil kapal untuk melewati jalur air tersebut dengan pengawasan keamanan yang sangat ketat.
Baca Juga: Konflik Selat Hormuz Berlanjut, Iran Tegaskan Gencatan Senjata Tidak Berlaku Selama Ada Blokade AS
Padahal, dalam kondisi normal, wilayah perairan ini menjadi rute utama bagi seperlima aliran minyak dan gas dunia, serta berbagai komoditas vital lainnya yang menggerakkan roda ekonomi global.
Sebelum pengumuman resmi mengenai pendapatan tol ini muncul, parlemen Iran memang telah lama menggodok aturan untuk membebaki setiap kapal yang melintas dengan biaya kompensasi tertentu.
Pejabat tinggi di Teheran telah berulang kali memberikan peringatan keras bahwa lalu lintas maritim di selat tersebut tidak akan pernah kembali ke status quo seperti sebelum krisis terjadi.
Pada tanggal 30 Maret lalu, komisi keamanan parlemen Iran dikabarkan telah menyetujui rencana pengenaan tol tersebut sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional yang asimetris.
Respons Keras Barat dan Ancaman Eskalasi
Langkah tegas Iran dalam memungut pajak lintasan ini memicu reaksi keras dari Washington, di mana Presiden AS Donald Trump terus menekan agar Teheran segera membuka akses selat tanpa syarat.
Berita Terkait
-
Rupiah Tembus Rp17.310, Sinyal Bahaya Ekonomi Lebih Buruk dari Krisis 1998?
-
Sekolah Iran di Tengah Perang: Tanpa Telepon, Internet Mati dan Kelas Hancur
-
Komentar Purbaya soal Tarif Selat Malaka Bikin Malaysia dan Singapura Kalang Kabut
-
Donald Trump Terima Laporan: 8 Demonstran Wanita Anti Rezim Iran Tak Jadi Dieksekusi Mati
-
5 Fakta Menarik Seputar Usulan Purbaya soal Selat Malaka yang Bakal Dikenakan Tarif
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun