- Pemerintah Iran resmi mengamankan pendapatan perdana dari penarikan tol bagi kapal yang melintasi wilayah Selat Hormuz.
- Dana hasil pemungutan tol tersebut telah disetorkan ke Bank Sentral Iran melalui mekanisme resmi perbankan nasional.
- Kebijakan ini memicu reaksi keras dari Amerika Serikat serta sekutunya yang mengkhawatirkan stabilitas jalur perdagangan energi global.
Tidak hanya Amerika Serikat, negara-negara Eropa seperti Inggris dan Prancis juga mulai menunjukkan kegelisahan mereka atas kebijakan baru Iran yang dianggap mengancam kepentingan ekonomi mereka.
Para perencana militer dari lebih 30 negara dilaporkan telah mengadakan pembicaraan intensif untuk mencari cara melindungi navigasi kapal-kapal mereka di Selat Hormuz.
Paris dan London bahkan secara terang-terangan menyatakan kesiapan mereka untuk memimpin misi militer multinasional di kawasan tersebut segera setelah kondisi di lapangan memungkinkan.
Kekuatan Barat tampaknya kewalahan menghadapi strategi Iran yang memanfaatkan posisi geografisnya untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi negara-negara yang memusuhi mereka.
Strategisnya Selat Hormuz
Secara historis, Selat Hormuz adalah jalur pelayaran sempit namun sangat vital yang menghubungkan para produsen minyak besar di Timur Tengah dengan pasar dunia di Asia, Eropa, dan Amerika Utara.
Posisi geografis Iran yang menguasai seluruh garis pantai utara selat tersebut memberikan keunggulan strategis yang tak tertandingi dalam setiap skenario konflik di kawasan Teluk.
Kebijakan tol ini dipandang sebagai respons balasan yang cerdas dari Iran terhadap sanksi ekonomi dan tekanan militer yang terus dilancarkan oleh poros Barat dan Israel selama ini.
Dunia internasional kini menanti apakah langkah Iran ini akan menjadi standar baru dalam hukum laut internasional atau justru memicu konfrontasi fisik yang lebih luas dengan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.
Baca Juga: Konflik Selat Hormuz Berlanjut, Iran Tegaskan Gencatan Senjata Tidak Berlaku Selama Ada Blokade AS
Berita Terkait
-
Rupiah Tembus Rp17.310, Sinyal Bahaya Ekonomi Lebih Buruk dari Krisis 1998?
-
Sekolah Iran di Tengah Perang: Tanpa Telepon, Internet Mati dan Kelas Hancur
-
Komentar Purbaya soal Tarif Selat Malaka Bikin Malaysia dan Singapura Kalang Kabut
-
Donald Trump Terima Laporan: 8 Demonstran Wanita Anti Rezim Iran Tak Jadi Dieksekusi Mati
-
5 Fakta Menarik Seputar Usulan Purbaya soal Selat Malaka yang Bakal Dikenakan Tarif
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
Terkini
-
Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat
-
Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mendagri Dorong Optimalisasi APBD dan Kendalikan Inflasi
-
Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?
-
FBI dan Polri Bongkar Jaringan Phishing Global W3LL, Incar Transaksi Rp350 Miliar
-
91 Persen Koruptor Laki-laki, Benarkah Perempuan Lebih Antikorupsi?
-
Detik-detik Pasukan Iran Sita Dua Kapal Kargo di Selat Hormuz, Gedung Putih Sebut Perompak
-
Gundah Gulana Ibu Hamil di Perang Lebanon: Apakah Bayi Saya Aman
-
Misteri Kematian WNA di Imigrasi Depok, Ditemukan Tewas di Toilet: Ini 7 Faktanya
-
Kerja 36 Jam hingga Tidur di Lorong, Kasatpol PP DKI: 35 Anggota Saya Meninggal Dalam Setahun!
-
Dukung Usulan Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Burhanuddin: Terobosan Buat Reformasi Kepartaian Kita