- Media Amerika Serikat melaporkan Mojtaba Khamenei mengalami luka bakar dan cedera serius akibat serangan udara Israel pada 28 Februari.
- Cedera parah pemimpin Iran tersebut memicu keterbatasan komunikasi fisik dan pengalihan kendali strategis kepada pihak Garda Revolusi Iran.
- Presiden Donald Trump menunda negosiasi damai karena perpecahan internal Iran serta ketidakjelasan kepemimpinan di tengah kondisi kritis tersebut.
Suara.com - Sejumlah media AS menyebarkan informasi terkait kondisi pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Menurut laporan media AS, Mojtaba Khamenei saat ini mengalami luka bakar parah akibat serangan udara Israel pada 28 Februari lalu.
Dilansir dari NY Post, laporan itu berasal dari pernyataan pejabat tinggi Iran yang dirahasiakan identitasnya.
“Wajah dan bibirnya terbakar parah, membuatnya sulit berbicara dan membutuhkan operasi plastik,” demikian isi laporan tersebut.
Selain luka di wajah, Khamenei juga disebut mengalami cedera serius pada bagian tubuh lain.
Salah satu kakinya telah menjalani tiga kali operasi dan disebut akan menggunakan prostetik, sementara tangannya juga sempat dioperasi.
Menurut laporan media AS, kondisi ini disebut berdampak langsung pada jalannya pemerintahan di Teheran.
Para pejabat senior bahkan dikabarkan enggan menemuinya secara langsung karena khawatir lokasi persembunyiannya terlacak oleh Israel.
Selain itu, juga disebutkan bahwa alur komunikasi dengan Mojtaba Khamenei berlangsung secara tidak biasa.
Baca Juga: Rumitnya Hidup Warga Iran saat Perang: Ngumpet di Kamar Mandi Hingga Berburu Obat Anti Kecemasan
Pesan disebut dikirim secara manual melalui rantai kurir, menggunakan kendaraan darat hingga sepeda motor untuk menjaga kerahasiaan lokasi.
Kondisi tersebut memperkuat indikasi bahwa pengambilan keputusan strategis kini banyak dialihkan kepada militer, khususnya Garda Revolusi Iran (IRGC).
Laporan menyebut kelompok ini memainkan peran dominan dalam kebijakan keamanan hingga diplomasi.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai ketidakjelasan kepemimpinan di Iran menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi damai.
Trump bahkan memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sembari menunggu respons resmi dari Teheran.
“Ada perpecahan internal yang jelas,” ujar juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dilansir dari Reuters.
Berita Terkait
-
Rumitnya Hidup Warga Iran saat Perang: Ngumpet di Kamar Mandi Hingga Berburu Obat Anti Kecemasan
-
Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
-
Aksi di Kedubes AS Jakarta, Pemuda Dukung Paus Leo XIV Tolak Perang Trump-Iran
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Rumitnya Hidup Warga Iran saat Perang: Ngumpet di Kamar Mandi Hingga Berburu Obat Anti Kecemasan
-
Heboh Usulan Purbaya Pungut Tarif di Selat Malaka, Malaysia Singgung 'Titipan' AS
-
Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina
-
PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'
-
Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon
-
Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
-
Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina
-
Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo
-
Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro
-
Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026