-
Aktivis Palestine Action mengalami luka akibat taser dan palu saat penangkapan di pabrik Elbit.
-
Samuel Corner mengaku memukul polisi karena penglihatannya terganggu akibat semprotan merica petugas.
-
Para terdakwa mengklaim aksi perusakan properti dilakukan demi misi kemanusiaan menghentikan produksi senjata.
Corner menyatakan dirinya terkena semprotan Pava yang merupakan cairan merica sintetis hingga menyebabkan rasa terbakar hebat.
“Rasanya menyengat, membakar, dan menyita seluruh perhatian. Sulit untuk fokus pada hal lain,” jelas Corner.
Kondisi tersebut membuatnya tidak menyadari bahwa orang yang dihadapinya adalah petugas kepolisian berseragam.
Ia mengira para petugas tersebut adalah petugas keamanan pribadi yang bertindak agresif terhadap rekan-rekan wanitanya.
“Saya takut dengan apa yang akan mereka lakukan terhadap kami, terutama para wanita,” ungkap Corner.
Meski mengakui tindakannya, ia menegaskan tidak memiliki niat sedikit pun untuk menyebabkan cedera serius kepada petugas.
“Tampaknya masuk akal untuk melakukan sesuatu dan saya harus bertindak cukup cepat,” tambah Corner.
“Saya benar-benar tidak tahu,” jawabnya saat ditanya jaksa mengenai potensi bahaya yang ia timbulkan.
Kamio menjelaskan motivasinya bergabung dengan Palestine Action adalah untuk menghentikan operasional pabrik senjata paling penting di Inggris.
Baca Juga: Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina
Ia merasa tindakan merusak fasilitas pembuat senjata adalah langkah perlu untuk mencegah penderitaan manusia yang lebih besar.
“Saya masih merasa apa yang kami lakukan adalah hal yang perlu,” tegas Kamio di hadapan pengadilan.
Sebagai seorang guru TK, ia menyatakan komitmennya untuk melindungi nyawa anak-anak di atas perlindungan properti perusahaan.
“Bekerja dengan anak-anak, saya akan mendahulukan salah satu nyawa mereka sebelum properti apa pun,” lanjut Kamio.
Baginya, Elbit Systems adalah perusahaan yang sangat jahat karena menjadi tulang punggung kekuatan militer Israel.
“Saya panik karena saya berada di Elbit, ini adalah perusahaan yang sangat jahat, orang-orang yang bekerja di sana menggambarkan diri mereka sebagai tulang punggung militer Israel,” pungkas Kamio.
Meskipun memegang palu saat kejadian, ia bersumpah tidak pernah berniat untuk melukai siapa pun di lokasi tersebut.
Aksi ini merupakan bagian dari kampanye global Palestine Action untuk menutup paksa operasional Elbit Systems di seluruh dunia.
Pabrik di Filton yang menjadi sasaran merupakan fasilitas terbaru yang dibuka oleh duta besar Israel pada Juli 2023.
Para aktivis memandang fasilitas ini sebagai target utama karena perannya dalam memproduksi teknologi militer yang digunakan dalam konflik di Palestina.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum
-
Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru