- Pabrik rokok HS di Muntilan, Magelang, memberdayakan 70 penyandang disabilitas sebagai pelinting dan pengepak rokok sejak April 2024.
- Perusahaan memberikan kesempatan kerja setara, pelatihan, serta fasilitas kesejahteraan yang meningkatkan taraf ekonomi para pekerja difabel tersebut.
- Manajemen HS berkomitmen menciptakan lingkungan inklusif dengan memberikan perlakuan adil serta rencana penyediaan fasilitas mess bagi karyawan.
Suara.com - Matahari belum begitu meninggi ketika ribuan karyawan pabrik rokok HS memulai aktivitasnya di Muntilan, Magelang, Jumat (24/4). Tangan-tangan cekatan itu berlomba melinting dan mengepak batang-batang rokok di area produksi. Suara percakapan nyaring terdengar di antara riuh mesin dan aktivitas pabrik.
Namun, di sebuah sudut, terdapat pemandangan berbeda di mana puluhan pekerja asyik bercerita namun tak bersuara, melainkan menggunakan bahasa isyarat yang dinamis.
Salah satunya adalah Shinta, perempuan berusia 34 tahun asal Magelang, Jawa Tengah. Penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara ini merupakan satu dari 70 karyawan difabel di pabrik rokok HS.
Perusahaan yang berada di bawah naungan Surya Group Holding Company itu memberikan ruang bagi kelompok disabilitas untuk bekerja sebagai pelinting dan pengepak rokok.
Shinta terlihat sumringah saat ditemui di sela aktivitasnya. Namun, di balik wajah bahagianya saat ini, tersimpan cerita pedih yang ia lalui sebelum akhirnya diterima bekerja di pabrik rokok HS.
Ia sempat melewati masa-masa sulit dalam mencari pekerjaan akibat stigma negatif yang masih melekat kuat di tengah masyarakat terhadap kelompok difabel.
"Dulu sulit sekali mencari kerja. Berkali-kali melamar, tapi selalu ditolak. Kebanyakan mereka meragukan kemampuan kami hanya karena kami berbeda. Menganggap kami tidak mampu tanpa pernah diberi kesempatan," ucapnya lirih.
Perempuan dengan satu anak ini masih mengingat jelas setiap penolakan yang ia terima. Rasa sakit hati dan kecewa selalu menghantuinya setiap kali pulang dari proses tes wawancara yang berujung kegagalan.
Diskriminasi di dunia kerja menjadi tembok besar yang sulit ditembus bagi penyandang disabilitas seperti dirinya.
Baca Juga: Kunjungi Lembah Tidar, Prabowo Bakal Beri Pengarahan Langsung ke 478 Ketua DPRD se-Indonesia
"Tapi di pabrik rokok HS ini, saya seperti menemukan kehidupan baru. Tidak hanya diterima kerja tanpa syarat dan pengalaman, tapi kami juga dihormati dan dihargai tanpa dibedakan," katanya.
Sebelum bergabung dengan HS, Shinta sempat mencoba bertahan hidup dengan membuka usaha batik tulis kecil-kecilan di rumahnya.
Namun, pendapatan dari usaha tersebut ternyata tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagai tulang punggung keluarga dengan anak yang masih kecil dan membutuhkan biaya sekolah, tekanan ekonomi semakin menghimpitnya.
"Akhirnya untuk memenuhi kebutuhan, saya utang ke bank," katanya.
Kini, kondisi kehidupannya berangsur membaik secara signifikan. Setelah bekerja di pabrik rokok HS, Shinta mengaku mampu memenuhi segala kebutuhan keluarganya dengan layak. Hutang-hutang yang sebelumnya menumpuk kini telah berhasil dilunasi, bahkan ia sudah memiliki kemampuan untuk menyisihkan penghasilannya untuk menabung.
Selain kesejahteraan finansial, Shinta merasakan lingkungan kerja yang sangat nyaman. Meski datang tanpa pengalaman di industri rokok, ia dan 70 rekan disabilitas lainnya mendapatkan pelatihan dengan penuh kesabaran.
Berita Terkait
-
Kunjungi Lembah Tidar, Prabowo Bakal Beri Pengarahan Langsung ke 478 Ketua DPRD se-Indonesia
-
Bos Rokok HS Bangun Masjid di Lokasi Kecelakaan Maut Sang Istri, Begini Desainnya
-
Prabowo Luncurkan Pabrik EV di Magelang, Dorong Industri Hijau Nasional
-
Gebrakan Prabowo: 'Sulap' Sawit Hingga Jelantah Jadi Avtur Pesawat, Siapkan Investasi Besar-besaran!
-
Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
Terkini
-
Aplikasi Snapboost Ditutup, Modusnya Berikan Suka di Media Sosial Bikin Uang Raib
-
Rudal Balistik Iran Hantam Pasukan AS, Timur Tengah di Ambang Perang Besar
-
Tinted Lip Balm Hanasui untuk Kulit Sawo Matang Shade Berapa? Cek Ulasannya
-
Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?
-
5 Merek Sepatu Sekolah Paling Awet untuk Remaja, Mulai Rp100 Ribuan
-
Bos BCA Titip Pesan Buat Calon Gubernur Bank Indonesia Baru, Apa Isinya?
-
Tak Perlu Takut! Umrah Mandiri Bareng Keluarga Tak Bisa Dipidana
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Era Baru Les Blues! Bienvenue, Zinedine Zidane Resmi Latih Timnas Prancis
-
Apa Pelembap Bisa Mengencangkan Kulit Kendur? Ini 3 Rekomendasi untuk Usia 50 Tahun