- Pabrik rokok HS di Muntilan, Magelang, memberdayakan 70 penyandang disabilitas sebagai pelinting dan pengepak rokok sejak April 2024.
- Perusahaan memberikan kesempatan kerja setara, pelatihan, serta fasilitas kesejahteraan yang meningkatkan taraf ekonomi para pekerja difabel tersebut.
- Manajemen HS berkomitmen menciptakan lingkungan inklusif dengan memberikan perlakuan adil serta rencana penyediaan fasilitas mess bagi karyawan.
Mereka mendapatkan hak dan fasilitas yang setara dengan karyawan non-disabilitas, termasuk jatah makan gratis dari pabrik yang membuat gaji mereka tetap utuh.
"Bahkan, HS akan membuatkan mess khusus karyawan disabilitas, itu yang membuat kami nyaman bekerja di sini," tukasnya.
Kenyamanan lingkungan kerja menjadi faktor krusial bagi penyandang disabilitas. Selama ini, banyak dari mereka yang kerap mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan atau diskriminatif saat mencoba masuk ke dunia kerja profesional.
Hal senada diceritakan oleh Fian, pemuda berusia 26 tahun asal Yogyakarta yang juga penyandang disabilitas.
Sebelum di HS, ia sempat berpindah-pindah perusahaan namun tidak pernah merasa betah karena sering mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari lingkungan kerjanya.
"Kami sering dibully, dan setiap ada kesalahan, karyawan disabilitas yang selalu disalahkan," ucap Fian.
Di pabrik rokok HS, Fian merasakan atmosfer yang berbeda karena semua karyawan diperlakukan sama. Tidak ada perlakuan semena-mena, justru mereka mendapatkan perhatian lebih melalui rencana penyediaan fasilitas mess gratis untuk memudahkan mobilitas mereka.
"Kami harap perusahaan lain bisa mencontoh bagaimana HS mempekerjakan karyawan disabilitas seperti kami. Inklusivitas dunia kerja bukan sekadar narasi, tapi dibuktikan dengan hal yang kongkret," katanya.
Perwakilan HRD Pabrik Rokok HS, Muhammad Hanafi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja 70 karyawan disabilitas tersebut.
Baca Juga: Kunjungi Lembah Tidar, Prabowo Bakal Beri Pengarahan Langsung ke 478 Ketua DPRD se-Indonesia
Menurutnya, performa kerja mereka sangat kompetitif dan tidak kalah saing dengan pekerja lainnya di bagian produksi.
"Mereka justru lebih semangat, dan kinerjanya juga sangat baik. Kami selalu diingatkan oleh pak Suryo untuk terus memberikan perhatian khusus bagi kawan-kawan difabel di sini," katanya.
Hanafi menegaskan bahwa prinsip kesetaraan menjadi landasan utama di HS. Semua karyawan mendapatkan hak yang sama, mulai dari standar gaji hingga makan siang gratis. Khusus untuk karyawan difabel, pihak manajemen sedang menyiapkan mess gratis sebagai bentuk dukungan tambahan.
"Karena jumlahnya terus bertambah dan mereka banyak yang berasal dari luar kota Magelang. Jadi pak Suryo memerintahkan kami untuk memberikan mess gratis agar memudahkan kawan-kawan difabel ini," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kunjungi Lembah Tidar, Prabowo Bakal Beri Pengarahan Langsung ke 478 Ketua DPRD se-Indonesia
-
Bos Rokok HS Bangun Masjid di Lokasi Kecelakaan Maut Sang Istri, Begini Desainnya
-
Prabowo Luncurkan Pabrik EV di Magelang, Dorong Industri Hijau Nasional
-
Gebrakan Prabowo: 'Sulap' Sawit Hingga Jelantah Jadi Avtur Pesawat, Siapkan Investasi Besar-besaran!
-
Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian