News / Nasional
Jum'at, 24 April 2026 | 20:20 WIB
Shinta, warga Magelang Jawa Tengah, salah satu karyawan difabel di pabrik HS. (Ist)
Baca 10 detik
  • Pabrik rokok HS di Muntilan, Magelang, memberdayakan 70 penyandang disabilitas sebagai pelinting dan pengepak rokok sejak April 2024.
  • Perusahaan memberikan kesempatan kerja setara, pelatihan, serta fasilitas kesejahteraan yang meningkatkan taraf ekonomi para pekerja difabel tersebut.
  • Manajemen HS berkomitmen menciptakan lingkungan inklusif dengan memberikan perlakuan adil serta rencana penyediaan fasilitas mess bagi karyawan.

Mereka mendapatkan hak dan fasilitas yang setara dengan karyawan non-disabilitas, termasuk jatah makan gratis dari pabrik yang membuat gaji mereka tetap utuh.

"Bahkan, HS akan membuatkan mess khusus karyawan disabilitas, itu yang membuat kami nyaman bekerja di sini," tukasnya.

Kenyamanan lingkungan kerja menjadi faktor krusial bagi penyandang disabilitas. Selama ini, banyak dari mereka yang kerap mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan atau diskriminatif saat mencoba masuk ke dunia kerja profesional.

Hal senada diceritakan oleh Fian, pemuda berusia 26 tahun asal Yogyakarta yang juga penyandang disabilitas.

Sebelum di HS, ia sempat berpindah-pindah perusahaan namun tidak pernah merasa betah karena sering mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari lingkungan kerjanya.

"Kami sering dibully, dan setiap ada kesalahan, karyawan disabilitas yang selalu disalahkan," ucap Fian.

Di pabrik rokok HS, Fian merasakan atmosfer yang berbeda karena semua karyawan diperlakukan sama. Tidak ada perlakuan semena-mena, justru mereka mendapatkan perhatian lebih melalui rencana penyediaan fasilitas mess gratis untuk memudahkan mobilitas mereka.

"Kami harap perusahaan lain bisa mencontoh bagaimana HS mempekerjakan karyawan disabilitas seperti kami. Inklusivitas dunia kerja bukan sekadar narasi, tapi dibuktikan dengan hal yang kongkret," katanya.

Perwakilan HRD Pabrik Rokok HS, Muhammad Hanafi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja 70 karyawan disabilitas tersebut.

Baca Juga: Kunjungi Lembah Tidar, Prabowo Bakal Beri Pengarahan Langsung ke 478 Ketua DPRD se-Indonesia

Menurutnya, performa kerja mereka sangat kompetitif dan tidak kalah saing dengan pekerja lainnya di bagian produksi.

"Mereka justru lebih semangat, dan kinerjanya juga sangat baik. Kami selalu diingatkan oleh pak Suryo untuk terus memberikan perhatian khusus bagi kawan-kawan difabel di sini," katanya.

Hanafi menegaskan bahwa prinsip kesetaraan menjadi landasan utama di HS. Semua karyawan mendapatkan hak yang sama, mulai dari standar gaji hingga makan siang gratis. Khusus untuk karyawan difabel, pihak manajemen sedang menyiapkan mess gratis sebagai bentuk dukungan tambahan.

"Karena jumlahnya terus bertambah dan mereka banyak yang berasal dari luar kota Magelang. Jadi pak Suryo memerintahkan kami untuk memberikan mess gratis agar memudahkan kawan-kawan difabel ini," pungkasnya.

Load More