News / Nasional
Kamis, 09 April 2026 | 08:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026). [Suara.com/Novian]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo akan meresmikan pabrik manufaktur bus dan truk listrik di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis, 9 April 2026.
  • Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 3.000 unit kendaraan guna mendukung kemandirian industri otomotif berbasis energi terbarukan.
  • Pemerintah menargetkan penggunaan bus listrik sebagai solusi efisiensi energi untuk mengurangi polusi serta kemacetan melalui transportasi massal.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak ke Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4/2026) hari ini. Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka meresmikan pabrik manufaktur bus dan truk berbasis listrik atau Electric Vehicles (EV) sebagai simbol kemandirian industri dalam negeri.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan langkah ini merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia mulai serius meninggalkan ketergantungan pada energi fosil.

"Jadi ini kan menurut pendapat kami ini adalah salah satu langkah strategis bahwa industri dalam negeri ya, sudah sekian waktu ya, ke arah yang benar bahwa kita memang mesti harus mulai bertransformasi budaya kita dari mengonsumsi bahan baku berbasis fosil menuju ke energi baru terbarukan, salah satunya adalah listrik," ujar Pras, Rabu (8/4/2026).

Pabrik di Magelang tersebut dikabarkan memiliki kapasitas produksi yang cukup masif. Meski pemerintah belum secara resmi melakukan pemesanan kendaraan, Istana melihat potensi besar dari pabrik ini untuk memenuhi kebutuhan transportasi nasional di masa depan.

"Karena kalau berdasarkan laporan, kapasitas produksinya cukup besar kalau saya tidak salah di kemampuan di 3.000 unit. Nah itu kan nanti secara bisnis kita lihat apakah itu memang sudah ada kontrak-kontrak," ungkap Pras.

Namun, Pras menekankan bahwa kehadiran Presiden bukan sekadar urusan jual-beli kendaraan, melainkan dukungan terhadap substansi perubahan budaya kerja dan efisiensi energi.

"Tetapi substansinya bukan itu. Kepada siapa pun, maka ini adalah salah satu langkah yang yang benar gitu. Budaya kerja kita coba ubah, coba kita efisienkan, kan begitu. Satu sisi harus ada penggantinya, substitusinya," tambahnya.

Ke depan, pemerintah membidik pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dan mulai mengalihkan mobilitas masyarakat ke transportasi massal. Hadirnya bus-bus listrik hasil produksi dalam negeri ini diharapkan menjadi solusi bagi polusi dan kemacetan.

"Nah public transportation alhamdulillah kalau sudah ada yang juga berbasis listrik. Jadi kira-kira itu," pungkas Pras.

Load More