News / Internasional
Sabtu, 25 April 2026 | 10:29 WIB
Praka Rico Pramudia
Baca 10 detik
  • Praka Rico Pramudia gugur akibat luka serius dari serangan tank Merkava milik militer Israel.

  • Indonesia mendesak PBB melakukan investigasi transparan dan menuntut pertanggungjawaban atas serangan di Lebanon.

  • Almarhum merupakan prajurit TNI AD yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan misi perdamaian dunia.

Almarhum dikenal sebagai sosok religius yang sering membagikan pesan kebaikan melalui kanal media sosial pribadinya.

Prajurit berusia 31 tahun ini meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki yang masih berusia balita.

Kasih sayang Rico terhadap keluarga terlihat dari penghormatan mendalam yang selalu ia berikan kepada orang tuanya.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat di kesatuan TNI Angkatan Darat maupun lingkungan Persit.

Peristiwa mematikan ini bermula pada akhir Maret 2026 ketika proyektil peluru utama menghantam titik pertahanan pasukan.

"Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, namun akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan," tulis Kementerian Luar Negeri RI dalam rilisnya.

Tim medis di Beirut telah berupaya maksimal menyelamatkan Rico dari luka parah akibat ledakan kaliber 120 mm.

Namun perjuangan fisik sang prajurit berakhir pada hari ke-26 masa perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Kini nama Praka Rico Pramudia akan terus dikenang sebagai martir perdamaian Indonesia di kancah internasional.

Baca Juga: Gatot Nurmantyo dan Eks Panglima TNI Bahas Izin Lintas Udara, Menhan Sjafrie: Kepentingan Nasional

Insiden yang menimpa Praka Rico Pramudia terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

Markas UNIFIL yang seharusnya menjadi zona aman justru terkena dampak langsung dari aktivitas militer IDF Israel menggunakan tank Merkava.

Kejadian ini memicu protes diplomatik karena menyasar personel perdamaian PBB yang sedang bertugas menjaga stabilitas regional.

Load More