-
Prajurit TNI Praka Rico Pramudia gugur akibat luka berat terkena ledakan artileri Israel.
-
Indonesia mengutuk serangan tersebut dan mengategorikannya sebagai kejahatan perang internasional yang serius.
-
Total empat prajurit TNI telah gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.
Suara.com - Duka mendalam kembali menyelimuti korps militer Indonesia setelah Praka Rico Pramudia dinyatakan meninggal dunia.
Prajurit ini menyerah pada luka parah yang dideritanya usai pangkalan tempatnya bertugas dihantam proyektil artileri Israel.
Kematian Rico menambah daftar panjang anggota TNI yang tewas di tengah memanasnya konflik perbatasan Lebanon.
Insiden berdarah ini menunjukkan betapa tingginya risiko keselamatan bagi personil penjaga perdamaian di wilayah konflik.
Gugurnya Rico menegaskan urgensi evaluasi total terhadap sistem keamanan di zona merah Lebanon Selatan.
PBB melalui misi UNIFIL telah menyampaikan pernyataan resmi atas berpulangnya prajurit tangguh asal Indonesia tersebut.
"UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia hari ini, yang terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret," demikian keterangan UNIFIL di akun X @UNIFIL_, Jumat (24/4/2026).
Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dan segera melayangkan kecaman paling keras terhadap serangan militer tersebut.
Kementerian Luar Negeri menilai tindakan penyerangan ke markas pasukan perdamaian sebagai tindakan kriminal luar biasa.
Baca Juga: Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
Dunia internasional kini didesak untuk melihat aksi kekerasan ini sebagai ancaman serius bagi tatanan global.
Peristiwa tragis yang dialami Praka Rico bermula dari serangan mendadak ke pangkalan militer di wilayah Adchit Al Qusayr.
Saat itu, terjadi ketegangan bersenjata yang sangat tinggi antara tentara Israel dan kelompok milisi Hizbullah.
Rico segera dilarikan menggunakan fasilitas udara menuju Beirut untuk mendapatkan bantuan medis darurat di rumah sakit.
Sayangnya, meski telah dilakukan upaya penyelamatan medis maksimal, nyawa sang prajurit tidak dapat tertolong lagi.
Indonesia kembali menegaskan bahwa serangan terhadap simbol perdamaian dunia adalah pelanggaran yang tak termaafkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah
-
Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
-
Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis
-
AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat
-
KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar
-
Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah