- Presiden Donald Trump dievakuasi dari Hotel Washington Hilton setelah terjadi insiden penembakan saat acara jamuan makan malam berlangsung.
- Petugas keamanan berhasil melumpuhkan pelaku penembakan di lokasi kejadian, sementara motif aksi tersebut masih dalam proses penyelidikan mendalam.
- Lokasi hotel ini memiliki sejarah kelam karena pernah menjadi tempat percobaan pembunuhan terhadap Presiden Ronald Reagan pada tahun 1981.
Suara.com - Insiden penembakan kembali mengguncang Hotel Washington Hilton, lokasi yang memiliki sejarah kelam dalam perjalanan kepresidenan Amerika Serikat. Peristiwa terbaru terjadi saat Presiden AS Donald Trump menghadiri jamuan makan malam pada Sabtu (25/4) malam waktu setempat.
Hotel tersebut bukan lokasi asing bagi tragedi serupa. Pada 29 Maret 1981, Presiden Ronald Reagan menjadi target percobaan pembunuhan di tempat yang sama. Saat itu, John Hinckley Jr. melepaskan enam tembakan ke arah Reagan di luar hotel.
Salah satu peluru bahkan memantul dari limusin kepresidenan dan menembus paru-paru Reagan, membuatnya kehilangan banyak darah. Meski sempat dalam kondisi kritis, Reagan berhasil pulih usai menjalani operasi dan perawatan selama hampir dua pekan di Rumah Sakit Universitas George Washington.
Empat puluh lima tahun berselang, lokasi yang sama kembali menjadi titik insiden. Tembakan yang terdengar di dalam area hotel memicu kepanikan di tengah berlangsungnya acara jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih.
Aparat keamanan bergerak cepat mengevakuasi Presiden Trump dari lokasi kejadian untuk memastikan keselamatannya. Situasi sempat mencekam sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan setelah ditembak oleh petugas. Namun, hingga kini motif di balik aksi tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Insiden ini kembali mengingatkan bahwa Washington Hilton menyimpan catatan panjang terkait ancaman terhadap kepala negara—dari masa Reagan hingga kini kembali terjadi di era Trump.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan