News / Internasional
Senin, 27 April 2026 | 07:34 WIB
Insiden penembakan di White House saat Trump berada di podium [Ist]
Baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump dievakuasi dari Hotel Washington Hilton setelah terjadi insiden penembakan saat acara jamuan makan malam berlangsung.
  • Petugas keamanan berhasil melumpuhkan pelaku penembakan di lokasi kejadian, sementara motif aksi tersebut masih dalam proses penyelidikan mendalam.
  • Lokasi hotel ini memiliki sejarah kelam karena pernah menjadi tempat percobaan pembunuhan terhadap Presiden Ronald Reagan pada tahun 1981.

Suara.com - Insiden penembakan kembali mengguncang Hotel Washington Hilton, lokasi yang memiliki sejarah kelam dalam perjalanan kepresidenan Amerika Serikat. Peristiwa terbaru terjadi saat Presiden AS Donald Trump menghadiri jamuan makan malam pada Sabtu (25/4) malam waktu setempat.

Hotel tersebut bukan lokasi asing bagi tragedi serupa. Pada 29 Maret 1981, Presiden Ronald Reagan menjadi target percobaan pembunuhan di tempat yang sama. Saat itu, John Hinckley Jr. melepaskan enam tembakan ke arah Reagan di luar hotel.

Salah satu peluru bahkan memantul dari limusin kepresidenan dan menembus paru-paru Reagan, membuatnya kehilangan banyak darah. Meski sempat dalam kondisi kritis, Reagan berhasil pulih usai menjalani operasi dan perawatan selama hampir dua pekan di Rumah Sakit Universitas George Washington.

Empat puluh lima tahun berselang, lokasi yang sama kembali menjadi titik insiden. Tembakan yang terdengar di dalam area hotel memicu kepanikan di tengah berlangsungnya acara jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih.

Aparat keamanan bergerak cepat mengevakuasi Presiden Trump dari lokasi kejadian untuk memastikan keselamatannya. Situasi sempat mencekam sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan setelah ditembak oleh petugas. Namun, hingga kini motif di balik aksi tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Insiden ini kembali mengingatkan bahwa Washington Hilton menyimpan catatan panjang terkait ancaman terhadap kepala negara—dari masa Reagan hingga kini kembali terjadi di era Trump.

Load More