- Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, viral setelah candaannya mengenai tembakan terjadi nyata saat acara makan malam WHCA.
- Penembakan terjadi di Washington pada Sabtu malam dalam acara jamuan makan malam tahunan yang dihadiri Presiden Trump.
- Seorang anggota Dinas Rahasia terluka akibat insiden tersebut, sementara pelaku pria berusia 31 tahun berhasil segera diamankan.
Suara.com - Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menjadi sorotan setelah pernyataannya viral di media sosial usai insiden penembakan pada jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih (WHCA).
Leavitt sebelumnya sempat berkelakar soal "tembakan" saat diwawancarai menjelang acara. Ucapan itu menjadi perhatian setelah penembakan benar-benar terjadi di lokasi.
Candaan yang Jadi Sorotan
Dalam wawancara dengan Fox News sebelum acara dimulai, Leavitt mempromosikan pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"(Acara itu) akan lucu, akan menghibur, akan ada beberapa tembakan malam ini di ruangan itu!" ujar Leavitt dikutip dari Antara.
Pernyataan tersebut awalnya dimaksudkan sebagai metafora untuk menggambarkan gaya pidato Trump. Namun, ucapan itu viral setelah insiden penembakan terjadi beberapa jam kemudian.
Penembakan di Acara WHCA
Otoritas menyebut pelaku adalah pria berusia 31 tahun asal California.
Dalam insiden itu, seorang anggota Dinas Rahasia terluka saat melindungi para pejabat. Beruntung, rompi antipeluru yang dikenakannya mencegah cedera fatal. Agen tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.
Baca Juga: Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump
Pelaku berhasil diamankan tidak lama setelah kejadian.
Donald Trump memastikan dirinya dan seluruh anggota kabinet dalam kondisi aman.
Kehadiran Perdana Trump
Insiden ini terjadi saat jamuan makan malam tahunan WHCA pada Sabtu malam waktu setempat di Washington.
Acara tersebut menjadi momen penting karena merupakan kehadiran perdana Trump dalam tradisi makan malam koresponden selama masa jabatannya sebagai presiden.
Berita Terkait
-
Kronologi Donald Trump dan Istri Dievakuasi, Tembakan Meletus di Gedung Putih
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Ekspresi Trump Lihat Bocah Nyeker dan Tidur Santai di Ruang Oval, Anak Siapa Tuh?
-
Donald Trump Longgarkan Aturan Ganja Medis, Pak Prabowo Gak Mau Ikutan?
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!
-
Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI
-
Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik