- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memediasi pertemuan antara BNI dan Gereja Paroki Aek Nabara pada 21 April.
- BNI berkomitmen mengembalikan dana kredit union umat Katolik sebesar Rp28 miliar yang digelapkan oleh mantan oknum karyawan.
- BEM KSI mengapresiasi mediasi tersebut karena dianggap efektif menyelesaikan konflik dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi perbankan.
Suara.com - Kasus penggelapan dana kredit union umat Katolik di Paroki Aek Nabara, Labuhanbatu, Sumatera Utara, akhirnjya terlesaikan, setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ikut "turun gunung".
Dasco mempertemukan Dirut Bank Negara Indonesia atau BNI Putrama Wahju Setyawan, dan perwakilan Gereja Paroki Aek Nabara, di ruang kerjanya, Selasa 21 April pekan lalu.
Dalam pertemuan itu, Wahju Setyawan memastikan Rp 28 miliar uang paroki yang digelapkan mantan karyawan akan dikembalikan.
Terkait hal itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia atau BEM KSI secara resmi menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap Dasco.
Langkah Dasco dinilai sebagai preseden positif bagaimana seorang pemimpin negara hadir langsung untuk memberikan solusi konkret, bagi permasalahan rakyat di tingkat akar rumput.
Koordinator Pusat BEM KSI, Charles Gilbert, menegaskan peran yang diambil Dasco bukan sekadar tugas administratif, melainkan manifestasi dari kepemimpinan yang memiliki empati tinggi terhadap keresahan masyarakat beragama.
Charles melihat keterlibatan Dasco memfasilitasi komunikasi antara pihak Gereja Katolik dan BNI sebagai kunci utama penyelesaian konflik.
“BEM Kristiani Seluruh Indonesia mengapresiasi setinggi-tingginya Dasco atas kepeduliannya menjembatani persoalan umat Katolik. Ini bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat," kata Charles dalam keterangan pers, Senin (27/4/2026).
Menjaga Kepercayaan Publik pada Sektor Perbankan
Baca Juga: Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah
Persoalan dana umat di Paroki Aek Nabara ini memang sempat memicu kekhawatiran luas. Bagi masyarakat, keamanan dana yang disimpan di bank pemerintah merupakan pilar utama stabilitas ekonomi dan sosial.
Jika dana lembaga keagamaan yang bersifat sensitif saja mengalami kendala, maka hal ini dikhawatirkan dapat merongrong integritas institusi perbankan di mata publik.
Charles Gilbert menilai, langkah Dasco sangat responsif dan berpihak pada kebenaran. Menurutnya, mediasi yang transparan sangat dibutuhkan agar tidak terjadi simpang siur informasi yang dapat merugikan salah satu pihak.
Keterlibatan Dasco dianggap berhasil meredam tensi, dan memberikan harapan bagi para jemaat yang terdampak.
Menurut Charles, kasus ini tidak hanya menyangkut persoalan keuangan, tetapi juga menyentuh aspek kepercayaan publik terhadap institusi perbankan dan rasa keadilan bagi umat yang terdampak.
"Tanpa penanganan yang bijak, isu ini berpotensi melebar menjadi isu sosial-keagamaan yang tidak produktif," kata dia.
Berita Terkait
-
Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah
-
Dasco: Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Ini Banyak Terobosan, Jemaah Nyaman
-
Umat Tenang! BNI Akhirnya Kembalikan Seluruh Dana Rp28 Miliar ke Paroki Aek Nabara
-
Dasco Lepas Keberangkatan Kloter I Jemaah Haji ke Mekkah Hari Ini
-
UU PPRT Disahkan Usai 22 Tahun Mangkrak, Aktivis: Kami Apresiasi Dasco
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim