Bisnis / Keuangan
Rabu, 22 April 2026 | 17:17 WIB
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI akhirnya memberikan kado manis bagi para anggota Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara, Rantau Prapat, Sumatera Utara. Bank pelat merah ini resmi mengumumkan bahwa seluruh proses pengembalian dana telah rampung 100 persen. Foto Rina-Suara.com
Baca 10 detik
  • BNI tuntaskan 100% pengembalian dana CU Paroki Aek Nabara sebesar Rp28,25 miliar.
  • Manajemen BNI sampaikan permohonan maaf resmi kepada umat Katolik dan masyarakat luas.
  • Penyelesaian dana diharapkan pulihkan kepercayaan nasabah dan stabilitas layanan perbankan.

Suara.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI akhirnya memberikan kado manis bagi para anggota Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara, Rantau Prapat, Sumatera Utara. Bank pelat merah ini resmi mengumumkan bahwa seluruh proses pengembalian dana telah rampung 100 persen.

Langkah konkret ini menjadi jawaban atas penantian panjang para nasabah sekaligus bentuk komitmen BNI dalam menjaga transparansi perbankan nasional. Direktur Human Capital and Compliance BNI, Mudani Herlambang menegaskan bahwa penyelesaian ini adalah prioritas utama perusahaan.

"Proses pengembalian dana kepada nasabah CU Paroki Aek Nabara telah selesai dilaksanakan secara tuntas. Kami ingin menyampaikan kabar baik ini kepada seluruh masyarakat, khususnya bagi para anggota yang telah menunggu perkembangan isu ini," ujar Mudani dalam konferensi pers di Graha BNI, Rabu (22/4/2026).

Dia merinci bahwa penyelesaian tahap akhir dilakukan dengan mentransfer dana sebesar Rp21.257.360.600 kepada CU Paroki Aek Nabara. Angka tersebut melengkapi setoran awal yang sebelumnya telah dikucurkan sebesar Rp7.000.000.000.

"Dengan tambahan transfer tersebut, total dana yang telah dikembalikan mencapai Rp28.257.360.600. Dengan demikian, seluruh proses pengembalian dana dinyatakan telah tuntas 100 persen," bebernya dengan lugas.

Pihak manajemen BNI juga mengapresiasi sikap kooperatif pengurus CU Paroki Aek Nabara serta kesabaran para jemaat selama proses validasi administratif yang ketat berlangsung.

Tak hanya bicara soal angka, BNI secara ksatria menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang sempat terjadi. Mudani menekankan bahwa pihaknya sangat memahami dampak psikologis dan kekhawatiran jemaat selama masalah ini bergulir.

"BNI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada umat Katolik di seluruh Indonesia, khususnya jemaat CU Paroki Aek Nabara serta masyarakat luas. Kami memahami kekhawatiran yang dialami selama peristiwa ini berlangsung," ungkap Mudani.

Tuntasnya persoalan ini diharapkan menjadi momentum untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap perbankan nasional. BNI berjanji menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi besar untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan.

Baca Juga: BNI Dorong Kesetaraan Gender, Perkuat Peran Perempuan di Dunia Kerja dan Masyarakat

"Fokus kami adalah memberikan kepastian bagi semua pihak. Ke depan, BNI terus berkomitmen memberikan layanan terbaik dan profesional bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Load More