- Orang tua korban mengukap dugaan kekerasan sistematis terhadap anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta.
- Anak-anak diduga mengalami pengikatan, ancaman, kekerasan seksual, serta manipulasi dokumentasi yang berdampak buruk pada kesehatan fisik dan psikis.
- Pihak kepolisian saat ini telah menetapkan 13 tersangka dan terus melakukan penyidikan mendalam terhadap kasus kekerasan tersebut.
Suara.com - Kesaksian para orang tua korban membuka dugaan praktik kekerasan sistematis di Daycare Little Aresha, Yogyakarta. Anak-anak disebut diikat, diancam agar bungkam, hingga mengalami gangguan fisik dan psikologis.
Salah satu orang tua korban, Septian, mengungkap dugaan adanya doktrin ketakutan yang ditanamkan kepada anak-anak agar tidak melaporkan perlakuan kasar yang mereka alami.
"Jadi anak-anak kami disinyalir terkena doktrin," ungkap Septian di Mapolresta Yogyakarta, Senin (27/4/2026).
Doktrin itu digambarkan sebagai sebuah ancaman bahwa jika anak-anak itu mengadu ke orang tua maka akan ada "hukuman" yang akan diberikan sehari setelahnya.
Septian khawatir dampak tersebut akan membuat anak-anak takut berbicara ketika menghadapi kekerasan di masa depan.
"Ketika mereka mendapati, maaf, hal yang serupa di masa depan gitu, mereka tahunya akan takut untuk speak up gitu kepada orang tua ataupun kepada orang-orang yang lebih wajib," ujarnya.
Dugaan manipulasi juga disampaikan Sri Wahyuni. Ia menilai dokumentasi yang diberikan pihak daycare tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
"Saya pernah minta anak saya dokumentasi saat tidur, itu dikirimkan selimutnya sampai leher dan dia tidur terlentang. Padahal anak saya itu selalu tidur tengkurap. Ternyata mereka diikat-ikat itu," ucap Sri yang juga merupakan orang tua korban.
Kekhawatiran lain muncul terkait kondisi fisik anak. Sejumlah orang tua mengaku melihat pertumbuhan anak mereka tidak normal meski telah diberi asupan makanan yang layak.
"Kami setiap hari itu memberikan makanan yang layak. Tetapi pada kenyataannya anak-anak kami itu rata-rata stunting, rata-rata itu stagnan, berat badannya dan sebagainya," tutur wali murid lainnya.
Kekerasan Seksual dan Perubahan Perilaku
Dugaan kekerasan juga merambah ke aspek yang lebih sensitif.
Salah satu orang tua meminta aparat menelusuri kemungkinan adanya kekerasan seksual setelah melihat perubahan perilaku pada anaknya.
"Saya menyerahkan kepada pihak kepolisian ataupun kejaksaan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan yang berkaitan dengan perubahan sexual behavior terhadap anak-anak kami," ungkapnya.
"Karena anak saya perempuan dan itu pernah mengalami empat hari berturut-turut sakit di area kewanitaannya," imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
-
Skandal Daycare Little Aresha Yogyakarta, 53 Anak Diduga Alami Kekerasan
-
Kejar Setoran di Balik Siksaan, Satu Pengasuh Daycare Little Aresha Bisa Handle Lebih dari 8 Anak
-
Polresta Yogyakarta: Ketua Yayasan Little Aresha Instruksikan Pengasuh Ikat Anak Titipan
-
Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital
-
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta, DPR Desak Hukuman Berat dan Audit Total
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik
-
KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya
-
KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur
-
Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki