- Menteri PPPA menangani kasus kekerasan seksual terhadap remaja 15 tahun di Sampang dengan mengoordinasikan pihak pemerintah daerah setempat.
- Korban saat ini menerima pendampingan psikologis intensif untuk pemulihan trauma serta menunjukkan kemajuan komunikasi yang cukup positif saat ini.
- Sebanyak 27 tersangka telah ditetapkan dalam kasus ini dan pemerintah mendorong penegakan hukum tegas sesuai peraturan perundang-undangan.
Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap penanganan kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Sampang, Madura, Jawa Timur.
Ia menyampaikan, bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan berbagai pihak di daerah untuk memastikan penanganan kasus berjalan maksimal.
“Kemarin hari, Senin yang lalu kita sudah koordinasi dengan pemda, dengan Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, kemudian dengan Kapolres, kemudian juga Ditres PPA PPO Polda Jawa Timur,” ujar Arifatul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Ia menekankan, bahwa fokus utama Kementerian PPPA saat ini adalah memastikan hak-hak korban terpenuhi, terutama dalam hal perlindungan dan pelayanan.
"Jadi kita mengkoordinasikan tentang tentunya fokus KPPA adalah yang pertama, layanan yang terbaim untuk korban. Jadi yang pertama kita prioritaskan adalah keamanan korban, lalu layanan diberikan saat ini sedang dalam dampingan Dinas PPA dan Ditres PPA PPO Jawa Timur,” jelasnya.
Saat ini, korban telah mendapatkan pendampingan khusus untuk memulihkan kondisi mentalnya akibat trauma hebat yang dialami. Arifatul menyebutkan bahwa korban tengah didampingi secara psikologis oleh tim ahli.
Mengenai perkembangan kondisi korban, Menteri PPPA mengungkapkan adanya kemajuan positif.
Setelah bertemu langsung, ia melihat korban sudah mulai mampu berkomunikasi dan terbuka mengenai kronologi kejadian memilukan yang dialaminya dalam rentang waktu cukup lama.
"Kondisi korban, kemarin saya ketemu sudah lebih baik ya. Jadi bisa bercerita apa yang terjadi terhadap dirinya, dari bulan Februari sampai terakhir kemarin di bulan Juli,” ungkap Arifatul.
Baca Juga: PT USU Diduga Redam Kasus Pemerkosaan Buruh Tuli, Korban Di-PHK dan Pelaku Dipindah ke Luar Provinsi
Selain fokus pada pemulihan korban, Menteri PPPA juga mendorong agar proses hukum tetap berjalan tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Ia berharap keadilan bagi korban dapat ditegakkan setuntas-tuntasnya.
"Jadi si korban sedang didampingi secara psikologis, dan yang kedua tentunya kami berharap kasus ini diselesaikan sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang anak perempuan di bawah umur di Kabupaten Sampang menjadi korban pelecehan. Pada Februari 2026 di kawasan Jalan Suhadak, berubah menjadi mimpi buruk berkepanjangan yang menghancurkan masa kecilnya.
Selama empat bulan, ia terjebak dalam pusaran kekerasan seksual yang dilakukan secara berulang oleh puluhan pria. Sebanyak 27 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kepiluan ini bermula saat korban bertemu dengan sekelompok pelaku yang awalnya membujuk dengan kata-kata manis. Namun, rayuan itu dengan cepat berubah menjadi intimidasi.
Korban diduga dicekoki minuman keras hingga tak berdaya, sebelum akhirnya dipaksa melayani nafsu bejat para pelaku di tiga lokasi berbeda: Desa Panggung, Desa Astapah, dan Desa Madupat.
Berita Terkait
-
Hukum dan Fenomena No Viral No Justice: Kritik atas Kasus KSBE
-
Anak Korban Kekerasan Seksual 27 Pria di Sampang Butuh Pemulihan, Bukan Sekadar Hukuman Pelaku
-
Kasus Pemerkosaan EZ Buka Tabir Rentannya Buruh Disabilitas Perempuan di Perkebunan Sawit
-
PT USU Diduga Redam Kasus Pemerkosaan Buruh Tuli, Korban Di-PHK dan Pelaku Dipindah ke Luar Provinsi
-
Diperkosa di Tempat Kerja, Buruh Tuli di Sumatra Kini Menganggur dan Hidup dalam Trauma
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong
-
32 Tahun Jadi Guru, Mimpi Isayas Tigi Lihat Sekolah Gratis di Papua Tengah Akhirnya Terwujud
-
Kabar Gembira! 58.920 Siswa di Papua Tengah Bisa Sekolah Gratis, Termasuk Biaya Asrama
-
Surat Calon Jampidsus Beredar, Komjak Malah Pertanyakan Keabsahannya
-
JPO Tendean Ambruk Ditabrak Truk, Pakar Sebut Sopir dan Perusahaan Wajib Bayar Denda
-
Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua
-
Ironi Menteng: Kawasan Elite Jantung Jakarta Paling Banyak Butuh Toren Air Gratis
-
Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah
-
Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!
-
Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah