- Kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa pagi menyebabkan kerusakan parah.
- Petugas gabungan sedang melakukan evakuasi rangkaian kereta yang bertumpuk menggunakan alat berat di lokasi kejadian tersebut.
- Tim Basarnas telah mengevakuasi lima kantong jenazah dari dalam gerbong menuju rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Suara.com - Kondisi terkini di lokasi tabrakan kereta rel listrik (KRL) dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4) pagi masih menunjukkan kerusakan parah pada rangkaian kereta yang terlibat kecelakaan.
Hingga pukul 08.00 WIB, bagian kepala Kereta Api Argo Bromo masih terlihat menancap dan menembus badan gerbong KRL. Sementara itu, badan rangkaian kereta jarak jauh tersebut sebelumnya telah ditarik dari lokasi sejak Senin malam untuk memudahkan proses evakuasi.
Pantauan Suara.com di lokasi, sekitar pukul 08.05 WIB, proses penarikan lokomotif KA Argo Bromo mulai dilakukan secara bertahap oleh petugas. Sejumlah alat berat dan tim teknis tampak bersiaga untuk memastikan proses berjalan aman di tengah kondisi rangkaian yang masih bertumpuk.
Di sisi lain, proses evakuasi korban masih terus berlangsung. Petugas dari Basarnas bersama unsur gabungan tetap menyisir bagian dalam gerbong yang rusak.
Sejak pukul 07.00 WIB, setidaknya lima kantong jenazah telah dikeluarkan dari area kereta dalam kurun waktu satu jam proses evakuasi. Kantong-kantong tersebut langsung dibawa menuju ambulans yang telah disiagakan di sekitar lokasi kejadian dan bergegas ke rumah sakit terdekat.
Aparat keamanan masih membatasi akses di sekitar stasiun untuk mendukung kelancaran proses evakuasi dan penanganan pascakecelakaan. Hingga kini, petugas terus bekerja untuk mengevakuasi korban serta mengevakuasi sisa rangkaian kereta yang masih berada di lokasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
MBG Watch Curiga Narasi Selamatkan Aset Motor Listrik Hanya Tutupi Proyek Bermasalah
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite: Efek Domino di Baik Kenaikan BBM yang Mengintai
-
Jupnas Gizi Pertanyakan Kontradiksi Data Program MBG, Padahal Dulu Pamer Capaian
-
Massa Mahasiswa ke Aparat di Thamrin: Bapak Nanti Jaganya di HI Saja, Biarin Kita Jalan Dulu Pak!
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti Lebih Dari 45.000 Peserta dari 52 Negara
-
Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali
-
DPR Endus Pemborosan Rp1 T di BGN, Desak Audit Investigatif Ribuan Dapur MBG
-
Alasan Polisi Larang Mahasiswa Demo di Bundaran HI, Takut Jakarta Lumpuh
-
Kisah Ade dan Obed, PKL yang Ketiban Rezeki Nomplok di Tengah Riuhnya Demo Mahasiswa di Bundaran HI
-
Demo Mahasiswa: 5 Rute Transjakarta Berhenti dan MRT Tutup Sejumlah Akses Stasiun