- PBB memperingatkan potensi krisis pangan global akibat gangguan pelayaran di Selat Hormuz yang dipicu blokade Amerika Serikat.
- Konflik di Selat Hormuz mengancam pasokan energi dunia serta berisiko menyebabkan kelaparan masif di wilayah Afrika dan Asia.
- Sekjen PBB mendesak pihak terkait segera membuka jalur maritim tersebut demi memulihkan stabilitas ekonomi dan perdagangan internasional.
Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan potensi krisis pangan global akibat ketegangan berkepanjangan di Selat Hormuz. Kawasan Afrika dan Asia Selatan disebut sebagai wilayah yang paling rentan terdampak.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Amerika Serikat dan Iran segera meredakan konflik demi menjaga stabilitas ekonomi dan perdagangan dunia.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan pesan tersebut dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Senin.
"Sekjen Guterres mendesak semua pihak untuk membuka Selat Hormuz, mengizinkan kapal melintas tanpa pungutan dan tanpa diskriminasi. Biarkan perdagangan pulih dan ekonomi global bernapas," kata Dujarric kepada wartawan dikutip dari Sputnik, Selasa (28/4/2026).
PBB menilai jalur pelayaran komersial tidak boleh dijadikan alat tekanan politik.
Ancaman Krisis Pangan Global
Guterres memperingatkan, gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz dapat memicu krisis rantai pasok yang lebih parah dibanding pandemi COVID-19 maupun perang di Ukraina.
Lonjakan harga energi dan bahan pokok berpotensi menghantam negara-negara berkembang, terutama di Afrika dan Asia Selatan.
"Gangguan berkepanjangan berisiko memicu darurat pangan global yang menyebabkan jutaan orang, khususnya di Afrika dan Asia Selatan, terancam kelaparan dan kemiskinan," ujar Dujarric.
Baca Juga: Pasokan Terancam di Selat Hormuz, Tren Kenaikan Harga Minyak Belum Reda
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada harga energi, biaya logistik, dan inflasi global.
Blokade AS Picu Ketegangan
Ketegangan meningkat setelah Angkatan Laut Amerika Serikat memblokade lalu lintas pelayaran menuju pelabuhan Iran sejak 13 April.
Washington menyatakan kapal non-Iran tetap dapat melintas selama tidak membayar pungutan kepada Teheran.
Namun, langkah tersebut dinilai memperburuk situasi keamanan maritim. Terlebih, Iran hingga kini belum secara resmi memberlakukan pungutan bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
PBB menegaskan Selat Hormuz harus tetap menjadi perairan internasional yang netral dan terbuka bagi seluruh kapal dagang.
Jika akses tidak segera dipulihkan, dunia berisiko menghadapi perlambatan ekonomi yang lebih dalam dibanding krisis sebelumnya.
Berita Terkait
-
Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang
-
Kapal Mewah Rp8 T Milik Taipan Rusia Tembus Blokade Hormuz, AS Gak Berani Nyerang
-
Geger Aksi Aktivis HAM Eropa Kibarkan Bendera Iran di Laga AC Milan vs Juventus
-
Negara Sekaya Arab Saudi Mulai Hemat Anggaran Buntut Perang AS - Iran
-
Mengapa Rupiah Terus Anjlok?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending
-
Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar
-
4 Shio yang Hidupnya Berubah Lebih Baik 29 Juli 2026, Ada Awal Baru yang Dinanti
-
Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter
-
Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
-
Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!
-
Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK
-
Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF