- Kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur pada 28 April 2026 mengakibatkan 15 orang meninggal dunia.
- Pemerintah akan segera membangun jalan layang di perlintasan sebidang untuk mencegah terulangnya kecelakaan maut di jalur kereta.
- Menteri Rosan Roeslani menekankan pentingnya evaluasi total sistem keamanan perkeretaapian dan penguatan koordinasi bersama Departemen Perhubungan nasional.
Suara.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur telah mencapai 15 orang.
Selain menyampaikan duka mendalam, Rosan memastikan pemerintah akan segera mengeksekusi instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun jalan layang atau flyover di perlintasan sebidang guna mengakhiri risiko kecelakaan maut di jalur kereta.
"Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, itu akan dilaksanakan sesegera mungkin ya. Dan ini adalah langkah-langkah yang cepat dari Bapak Presiden untuk memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak pernah akan dan boleh terulang lagi gitu ya," ungkap Rosan usai membesuk para korban di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).
"Kita ketahui ada korban, yang meninggal itu 15 orang," imbuhnya.
Selain korban meninggal dunia, ada 88 korban luka yang dilarikan ke rumah sakit. Dari angka tersebut Rosan menyebut 28 orang telah dinyatakan stabil dan diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Ia menegaskan bahwa insiden ini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem keamanan perkeretaapian di Indonesia.
“Kami akan mengevaluasi secara keseluruhan dan juga melakukan asesmen terhadap Kereta Api Indonesia ini bersama-sama tentu dengan kementerian terkait, dengan badan terkait untuk memastikan bahwa keselamatan itu adalah menjadi prioritas paling utama di dalam kita menjalankan kereta api yang ada di Indonesia ini,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, Rosan juga mendorong penguatan koordinasi antarlembaga, khususnya dengan Departemen Perhubungan, agar standar keselamatan transportasi nasional semakin diperketat.
“Dan kita juga akan melakukan evaluasi keseluruhan agar terutama kerja sama dengan Departemen Perhubungan ini menjadi semakin erat ke depan, karena tentunya hal ini tidak boleh terjadi ke depan ya,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ternyata Kita Salah, 19 Juta Lapangan Pekerjaan Itu untuk TNI dan Polisi
-
Presiden Prabowo Akan 'Monitor dari Atas' Jika Dipanggil Tuhan, Emang Bisa?
-
Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun
-
Prabowo Perintahkan Kaji Ulang Buku Pelajaran, Tak Mau Siswa Indonesia Kalah dari Luar Negeri
-
Damaikan Timur Tengah, Prabowo Disarankan Pakai Strategi Geopolitik Bung Karno
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Ingatkan Soal PKI hingga RMS, Dudung Tegaskan Pemerintah Prabowo Tak Anti Kritik
-
Indonesia Insurance Summit 2026: Terungkap Tantangan Ganda Asuransi di Indonesia
-
Mahasiswa UI ke Aparat: Kami Bukan KKB, Tolong Jangan Represif!
-
Strategi Barikade TNI-Polri Pecah Massa Mahasiswa, Bundaran HI dan DPR Sepi Orasi
-
Massa Demo Mahasiswa dan Ojol Bersatu Lawan Barikade TNI-Polri Menuju Bundaran HI
-
Terancam Terusir, 71 Jiwa Penghuni Rusun Kemensos Belum Kantongi Kepastian Tempat Tinggal Baru
-
Nasib Tragis Warga Penolak Penambangan Emas Ilegal di Sumbar, Dipukuli Sampai Luka Berat
-
Demo Mahasiswa Bukan Ancaman: Tarik Militer, Jangan Ada Tameng dan Pentungan
-
Misteri 2 Mayat Wanita di Banyumas: Nenek Ditemukan Dalam Sumur, Gadis 18 Tahun Bersimbah Darah
-
KPK Sita Rp59 Juta dan Ribuan Valas di Rumah Silmy Karim: Ada USD, Euro, hingga Yen!