- CISDI mengungkap sembilan dari sepuluh produk pangan kemasan di Indonesia mengandung kadar gula, garam, dan lemak yang tinggi.
- Kondisi keluarga yang tidak stabil membuat negara dituntut lebih aktif melindungi anak dari paparan pangan tidak sehat.
- Peningkatan konsumsi minuman manis memicu lonjakan kasus gagal ginjal pada usia muda di berbagai wilayah di Indonesia.
Suara.com - Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mengungkap sembilan dari sepuluh produk pangan kemasan di Indonesia memiliki kandungan gula, garam, dan lemak atau GGL tinggi.
Temuan ini memicu peringatan keras soal meningkatnya risiko penyakit tidak menular, termasuk gagal ginjal di usia muda.
Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menilai persoalan konsumsi pangan tidak sehat tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada keluarga.
Ia menyoroti kondisi keluarga di Indonesia yang dinilai sedang tidak stabil.
"Keluarga kita 60 persen dari 2.031 itu mengalami problem dari dampak perceraian sebetulnya, perceraian kemudian terjadi perebutan hak asuh, penelantaran dan bahkan pengabaian. Artinya, kalau negara menyerahkan pada keluarga institusi keluarganya sudah mulai roboh," ujar Jasra dalam diseminasi riset Nutrient Profile Models (NPM) di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Lebih lanjut, Jasra pun mempertanyakan peran negara dalam melindungi anak dari konsumsi pangan tidak sehat yang masuk kategori “level merah”.
“Apakah negara membiarkan generasi emasnya begitu tumbuh apa adanya gitu, begitu tumbuh dengan makanan yang katakan dalam tanda petik yang warna merah.. yang level D? Apakah kita biarkan begitu? Nah kalau begitu ya maka ancaman generasi emas kita tentu menjadi satu pertaruhan yang tentu perlu kita pikir ulang,” tegasnya.
Tren Gagal Ginjal
Kekhawatiran serupa disampaikan Ketua Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia Ari Subagiyo.
Baca Juga: KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!
Ia mengungkap temuan di lapangan terkait meningkatnya kasus gagal ginjal pada usia muda akibat pola konsumsi minuman manis.
"Saya kunjungan ke Depok seorang anak yang kena gagal ginjal. Dia bilang saya itu dulu sering minum minuman manis dampaknya ke saya sekarang usia 20 tahun. Dia terus berobat ke rumah sakit," ungkap Ari.
Ari juga turut menyoroti fasilitas cuci darah justru terus bertambah seiring meningkatnya jumlah pasien.
"Penambahan korban cuci darah di Jakarta Selatan itu bertambah, dan sekarang gedungnya dibangun. Saya prihatin di situ… kita harus direnungkan kembali kayak dikaji lagilah Nutri-Level apa pilihan yang tepat atau tidak,” tambahnya.
Selain itu, FAKTA juga menemukan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap label Nutri-Level (A-B-C-D), terutama di kalangan akar rumput. Sebaliknya, label peringatan dinilai lebih mudah dipahami.
"Saya barusan di Cililitan, memilih ibu-ibu tuh ada Nutri-Level pilihan sehat, label peringatan. Apa yang terjadi? Yang dipilih adalah label peringatan. Bukan saya memengaruhi mereka pilih, karena mereka tidak berpikir apa sih ABC? apa sih angkanya? Tapi ngelihat oh ini tinggi gula, saya harus berhati-hati," pungkas Ari.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian