- Sudinkes Jakarta Timur memperingatkan bahaya konsumsi ikan sapu-sapu yang terkontaminasi logam berat berbahaya dari perairan tercemar Jakarta.
- Akumulasi merkuri, timbal, arsen, dan kadmium dalam tubuh berisiko memicu penyakit kronis, kanker, hingga kerusakan otak permanen.
- Pemkot Jakarta Timur berhasil menjaring 1,83 ton ikan sapu-sapu dari sepuluh kecamatan guna menekan populasi spesies invasif tersebut.
Suara.com - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur mengeluarkan peringatan keras mengenai ancaman penyakit kronis seperti kanker, gagal ginjal, hingga kerusakan otak permanen akibat mengonsumsi ikan sapu-sapu.
Sebab, ikan yang hidup di perairan tercemar Jakarta tersebut terindikasi kuat mengandung akumulasi logam berat yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.
Kepala Sudinkes Jakarta Timur, Herwin Meifendy, menegaskan bahwa risiko kesehatan dari mengonsumsi ikan ini bersifat laten atau tidak langsung muncul seketika, melainkan menumpuk dalam jangka panjang.
"Efek mengonsumsi ikan sapu-sapu tidak selalu langsung terlihat. Justru yang perlu diwaspadai adalah dampak jangka panjang yang bisa memicu penyakit kronis," ujar Herwin saat ditemui di kantornya, Rabu (22/4/2026).
Herwin memaparkan, ikan sapu-sapu di perairan umum Jakarta umumnya terpapar berbagai jenis logam berat seperti merkuri, timbal (Pb), arsen, dan kadmium. Zat-zat ini jika masuk ke sistem pencernaan manusia secara terus-menerus akan menyerang organ vital.
Merkuri diketahui dapat merusak sistem saraf pusat dan otak, sementara timbal berisiko menurunkan tingkat kecerdasan serta memicu gangguan perilaku.
Lebih mengkhawatirkan lagi, kandungan arsen bersifat karsinogenik atau pemicu kanker, sedangkan kadmium dapat menyebabkan kerusakan fatal pada ginjal dan saluran pernapasan.
"Jika terus terakumulasi, bukan tidak mungkin memicu gangguan serius seperti penurunan fungsi otak hingga penyakit kronis lainnya," tegas Herwin.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak teperdaya oleh anggapan bahwa teknik pengolahan tertentu dapat menetralisir racun tersebut.
Baca Juga: Mengapa Tawuran di Jakarta Tak Pernah Usai? Sosiolog: Mereka Butuh Didengarkan, Bukan Dikhotbahi
Herwin menekankan bahwa hingga saat ini belum ada metode memasak yang mampu menghilangkan kandungan logam berat dari daging ikan sapu-sapu secara total.
Operasi Pembersihan Ikan Sapu-sapu
Sejalan dengan peringatan kesehatan tersebut, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur terus menggencarkan operasi penjaringan ikan sapu-sapu guna menekan populasi spesies invasif ini.
Dalam operasi terbaru, petugas bersama warga berhasil mengangkat 1.831 kilogram atau 1,83 ton ikan sapu-sapu dari 10 kecamatan.
Data hasil tangkapan menunjukkan Kecamatan Makasar menjadi wilayah dengan populasi tertinggi dengan sumbangan 481,55 kilogram, disusul Ciracas (280 kg), dan Cakung (240,6 kg).
Wilayah lain seperti Pasar Rebo, Cipayung, hingga Jatinegara juga mencatat angka tangkapan yang masif di atas 100 kilogram.
Melalui upaya pembersihan sungai dan edukasi kesehatan ini, Sudinkes berharap masyarakat lebih selektif dalam memilih bahan pangan dan beralih ke jenis ikan budidaya yang jauh lebih aman dan bergizi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
RUU HAM Ditargetkan Rampung 2026, Pemerintah Klaim Prosesnya Terbuka untuk Publik
-
3 HP Murah Tecno Terbaik Budget Rp1-2 Jutaan, Fitur Lengkap Sesuai Review
-
Sebagian Himbara Tak Lagi Miliki Bisnis Manajer Investasi, Sahamnya Dipegang Danantara
-
Selain Rudal Kiamat, Iran Kerahkan Hacker Lumpuhkan Jarigan Siber Vital Amerika Serikat
-
Masyarakat RI Makin Hidup Sehat, Bisnis Wellness Punya Peluang Moncer
-
Warna Lipstik OMG untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Ini 6 Shade yang Bikin Wajah Makin Cerah
-
Kejar Tayang, Kru Harry Potter Sebut Syuting Serial Berlangsung Brutal
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Pemerintah Siapkan Insentif untuk Pemilik Truk ODOL yang Mau Beralih ke Truk Standar
-
Review Serial The East Palace: Kisah Mistik Berdarah dari Kerajaan Joseon