-
Lansia 89 tahun melakukan penembakan beruntun di kantor jaminan sosial dan pengadilan Athena.
-
Empat orang terluka akibat tembakan shotgun yang dilakukan pelaku di dua lokasi berbeda.
-
Pelaku ditangkap di Patra setelah meninggalkan dokumen berisi alasan aksinya di lokasi kejadian.
Suara.com - Aksi penembakan membabi buta yang menyasar kantor jaminan sosial dan gedung pengadilan di Athena mengungkap kerentanan sistem keamanan fasilitas publik Yunani.
Teror yang dilakukan oleh seorang pria berusia 89 tahun ini mengakibatkan sedikitnya empat orang mengalami luka-luka serius akibat tembakan senjata api.
Dikutip dari CNN, insiden ini memicu kekhawatiran nasional mengingat ketatnya aturan kepemilikan senjata di negara tersebut yang biasanya jarang terjadi kekerasan serupa.
Lansia tersebut berhasil melarikan diri sejauh 210 kilometer sebelum akhirnya diringkus pihak kepolisian di dekat wilayah Patra.
Rekaman kamera pengawas memperlihatkan pelaku berjalan dengan sangat tenang sambil menggenggam senjata laras pendek di tangan kanannya.
Pelaku memulai aksinya di kantor National Social Security Fund (EFKA) yang terletak di distrik Kerameikos, pusat kota Athena.
Di lokasi pertama ini, pelaku sengaja menyembunyikan senjata laras panjangnya di balik jubah panjang yang ia kenakan.
Alexandros Varveris selaku Kepala EFKA menjelaskan bahwa pelaku langsung menuju lantai empat gedung tersebut sebelum melepaskan tembakan.
“Dia masuk, naik ke lantai empat, mengangkat senapan berburunya, menyuruh seorang karyawan untuk merunduk dan menembak karyawan lainnya,” ujar Varveris.
Baca Juga: Tim Advokasi Tolak Hadiri Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Anggap Hanya Skenario
Kutipan tersebut menggambarkan bagaimana pelaku tampaknya tidak memilih target secara spesifik namun tetap melakukan tindakan fatal.
Setelah melukai satu orang di kantor EFKA, pelaku melanjutkan aksinya menuju gedung pengadilan di bagian lain kota Athena.
Di gedung pengadilan tersebut, pelaku melepaskan tembakan di lantai dasar yang menyebabkan kepanikan luar biasa di antara pegawai.
Tembakan yang dilepaskan ke arah lantai mengakibatkan serpihan peluru memantul dan mengenai beberapa orang yang berada di lokasi.
Stratis Dounias, Ketua Persatuan Pegawai Yudisial Athena, memberikan keterangan awal mengenai situasi mencekam di dalam ruangan tersebut.
“Informasi awal menunjukkan bahwa pria itu menembak ke arah lantai di dalam salah satu kantor di gedung pengadilan,” kata Dounias.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan