-
Lansia 89 tahun melakukan penembakan beruntun di kantor jaminan sosial dan pengadilan Athena.
-
Empat orang terluka akibat tembakan shotgun yang dilakukan pelaku di dua lokasi berbeda.
-
Pelaku ditangkap di Patra setelah meninggalkan dokumen berisi alasan aksinya di lokasi kejadian.
Tim medis segera dikerahkan untuk mengevakuasi para korban yang mayoritas adalah staf perempuan di lingkungan pengadilan.
Tiga orang pegawai perempuan dilaporkan terkena pantulan peluru shotgun, sementara satu orang lainnya dilarikan ke rumah sakit karena trauma.
Di lokasi pertama, seorang pegawai pria mengalami luka tembak di bagian kaki dan harus segera mendapatkan penanganan darurat.
Petugas kepolisian sempat memasang turniket pada kaki korban untuk menghentikan pendarahan hebat sebelum ambulans tiba di lokasi kejadian.
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa seluruh korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa aksi nekat pria lanjut usia ini didasari oleh kekecewaan atau pesan yang ingin disampaikan.
Pelaku sengaja meninggalkan beberapa amplop berisi dokumen di gedung pengadilan segera setelah melepaskan tembakan mautnya.
Siaran negara ERT menyebutkan bahwa dokumen di dalam amplop tersebut berisi alasan mendalam di balik tindakan kekerasan yang ia lakukan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami isi dokumen tersebut untuk memastikan apakah ada motif politik atau personal.
Baca Juga: Tim Advokasi Tolak Hadiri Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Anggap Hanya Skenario
Senjata shotgun yang digunakan dalam aksi ini juga telah ditemukan dan diamankan sebagai barang bukti utama persidangan.
Kasus kekerasan bersenjata merupakan fenomena yang sangat jarang terjadi di Yunani karena regulasi kepemilikan senjata yang sangat ketat.
Warga sipil diwajibkan menjalani pemeriksaan latar belakang dan psikologis yang ketat sebelum diizinkan memiliki senjata api secara legal.
Peristiwa ini memicu perdebatan publik mengenai efektivitas pengawasan terhadap pemilik senjata api berusia lanjut di tengah tekanan sosial dan ekonomi.
Selain itu, keamanan di gedung-gedung pemerintahan kini menjadi sorotan tajam karena pelaku mampu membawa senjata api masuk hingga ke lantai atas tanpa terdeteksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan