- Menteri Sosial Gus Ipul melayat Nurhayati, korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur pada Kamis, 30 April 2026.
- Almarhumah dikenal sebagai aktivis sosial, penggerak Muslimat NU, serta pejuang ekonomi keluarga melalui usaha warung kecil.
- Kementerian Sosial akan memberikan asesmen serta pendampingan bagi keluarga almarhumah dan seluruh korban kecelakaan KRL tersebut.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap kesannya terhadap sosok Nurhayati, korban meninggal dunia dalam kecelakaan KRL di Bekasi Timur. Menurutnya, almarhumah bukan hanya sosok ibu rumah tangga biasa, tetapi juga dikenal sebagai aktivis sosial yang semasa hidupnya banyak mengabdikan diri untuk kepentingan orang lain.
Gus Ipul mengungkapkan bahwa mendiang juga telah meninggalkan sejumlah warisan penting bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
"Yang satu warisan di bidang sosial, beliau seorang aktivis, seorang penggerak yang selama ini tidak berpikir hanya untuk kepentingan dirinya sendiri dan keluarganya, tapi juga berpikir untuk kepentingan orang lain,” kata Gus Ipul saat mengunjungi rumah duka di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).
Ia berharap warisan tersebut bisa diteruskan oleh keluarganya. Gus Ipul menambahkan, almarhumah juga aktif dalam kegiatan organisasi keagamaan, Muslimat NU, yang dinilainya sebagai kontribusi besar dalam bidang kemanusiaan.
“Beliau aktif di organisasi Muslimat. Itu adalah warisan yang luar biasa,” ucapnya.
Selain di bidang sosial, Nurhayati juga dinilai sebagai sosok pejuang ekonomi keluarga. Ia menyebut almarhumah menjalankan usaha kecil yang mampu menopang kebutuhan rumah tangga.
“Yang kedua di bidang ekonomi; beliau juga seorang pejuang ekonomi, pahlawan ekonomi, pahlawan keluarga, karena beliau membuka usaha kecil-kecilan, usaha warung,” jelasnya.
Meski tergolong usaha sederhana, kata dia, warung tersebut memiliki peran besar bagi keberlangsungan hidup keluarga.
“Usaha kecil ini telah bisa menghidupi keluarga almarhumah. Inilah yang dirasakan oleh putra-putrinya yang akan diteruskan ke depan,” katanya.
Baca Juga: Anak Tantrum, Seorang Ibu Batal Naik KRL yang Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek
Lebih lanjut, Gus Ipul memastikan Kementerian Sosial akan memberikan pendampingan lanjutan berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan terhadap keluarga korban.
Ia menegaskan, pendampingan tidak hanya diberikan kepada keluarga almarhumah, tetapi juga seluruh korban kecelakaan, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.
“Ini tidak hanya berlaku untuk almarhumah, tapi seluruh korban; baik yang wafat maupun yang luka-luka, itu kita berikan asesmen. Nanti akan kita berikan dukungan sesuai kebutuhan setiap keluarga,” pungkasnya.
Diketahui, Nurhayati tengah melakukan perjalanan dari Stasiun Bekasi menuju Cikarang untuk mengunjungi anaknya di Cibitung, Kabupaten Bekasi. Ia berangkat bersama anak dan cucunya yang masih berusia lima tahun.
Dalam situasi tersebut, Nurhayati beserta anak dan cucunya sempat berhasil dievakuasi. Namun, setelah itu korban mengalami pingsan akibat syok hingga dinyatakan meninggal dunia di dalam ambulans dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Berita Terkait
-
Anak Tantrum, Seorang Ibu Batal Naik KRL yang Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek
-
Legislator PDIP Kecewa: KAI Disebut BUMN Paling Privileged tapi Gagal Jamin Keselamatan Warga
-
Fasilitas KA Argo Bromo Anggrek yang Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
-
Kekayaan Arifatul Choiri Fauzi, Menteri PPPA yang Usul Gerbong Wanita Pindah ke Tengah
-
Tabrakan Maut KRL vs Argo Bromo di Bekasi, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Sopir dan Pemkot
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Baleg DPR Dukung UU Pembatasan Uang Tunai, Dinilai Ampuh Tekan Politik Uang
-
Donald Trump Lanjut Blokade Selat Hormuz: Iran Tercekik Seperti Babi yang Dipanggang
-
Donald Trump Minta Israel Jangan Asal Bom Lebanon, Serangan Harus Tepat Sasaran
-
Apresiasi Praja IPDN, Wamendagri Bima: Latih Kepemimpinan Atasi Dinamika Pemerintahan
-
Kebakaran Apartemen Mediterania Diduga karena Korsleting Listrik, 5 Penghuni Dievakuasi ke RS
-
Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Apa Plus Minusnya?
-
DPRD DKI: Jakarta Mimpi Jadi Kota Global Tapi Anak Putus Sekolah Masih Banyak
-
Indonesia Berpotensi Ciptakan 10 Juta Green Jobs, Surya dan Air Jadi Kontributor Utama
-
Babak Baru Blokade Selat Hormuz, Donald Trump Pilih Jalur Isolasi Maritim Total
-
Riset Koaksi Ungkap Paradoks Green Jobs di Indonesia: Mengapa Lulusan Formal Sulit Direkrut?