- Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengunjungi rumah duka korban kecelakaan KRL di Kemayoran pada Kamis, 30 April 2026.
- Kementerian Sosial memberikan bantuan awal berupa sembako dan santunan tunai untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga korban.
- Pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan serta program pemberdayaan ekonomi agar keluarga korban dapat mencapai kemandirian finansial.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan pemerintah akan hadir mendampingi keluarga korban kecelakaan KRL Bekasi. Hal itu disampaikan saat ia mengunjungi rumah duka korban atas nama Nurhayati di Kemayoran, Jakarta Pusat.
“Kehadiran saya ke sini adalah untuk menyampaikan rasa duka yang mendalam dari seluruh keluarga Kementerian Sosial atas musibah ini,” kata Gus Ipul di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).
Ia menegaskan, peristiwa kecelakaan tersebut bukan hanya menjadi duka bagi keluarga korban, tetapi juga duka bersama yang mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo.
Dalam kunjungan itu, Gus Ipul menyebut pihaknya tidak hanya menyampaikan belasungkawa serta membacakan doa, tetapi juga langsung melakukan langkah awal penanganan pemberian bantuan.
Menurut dia, pemerintah ingin memastikan kondisi ekonomi keluarga korban tetap terjaga pascakejadian.
“Kami ingin musibah ini tidak menggoyahkan ekonomi keluarga, tapi didampingi sehingga bisa dipelihara, dipertahankan,” ucapnya.
Lebih jauh, ia menegaskan pendampingan tidak berhenti pada bantuan awal, melainkan diarahkan hingga keluarga korban bisa mandiri secara ekonomi.
“Kalau perlu ke depan keluarga-keluarga yang memerlukan dukungan ini menjadi keluarga yang naik kelas,” imbuhnya.
Pada tahap awal, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan atensi berupa sembako dan santunan uang tunai sebagai bentuk kepedulian.
Baca Juga: Fasilitas KA Argo Bromo Anggrek yang Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
“Ini tahap pertama berupa bantuan atensi, seperti sembako atau santunan uang tunai. Ini bagian dari tali asih pemerintah,” katanya.
Selain itu, bantuan juga akan diperkuat dengan skema perlindungan dari Jasa Raharja serta program bantuan sosial lainnya.
“Di samping tentu ada asuransi dari Jasa Raharja, dari Kementerian Sosial ada bansos, santunan, dan yang lebih penting nanti program pemberdayaan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?