- Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menyampaikan penyesalan resmi kepada Korea Utara dalam rapat kabinet pada Senin (6/4).
- Penyesalan tersebut terkait insiden penerbangan drone ilegal oleh pihak swasta ke wilayah Korea Utara selama periode lalu.
- Tindakan ceroboh itu memicu ketegangan militer serta kecemasan publik yang besar di wilayah perbatasan Korea Selatan dan Utara.
Suara.com - Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, secara resmi menyatakan penyesalannya kepada Korea Utara terkait insiden penerbangan drone oleh pihak swasta. Tindakan individu tersebut dinilai telah memicu ketegangan militer yang tidak diperlukan di antara kedua negara.
Pernyataan ini disampaikan Presiden Lee dalam rapat kabinet pada Senin (6/4), menyusul proses hukum terhadap tiga orang yang didakwa menerbangkan unit drone ke wilayah Korea Utara sepanjang September hingga Januari lalu.
“Meski ini bukan tindakan pemerintah kami, saya menyampaikan penyesalan kepada pihak Korea Utara atas ketegangan militer yang tidak perlu akibat tindakan ceroboh tersebut,” ujar Presiden Lee Jae Myung sebagaimana dilaporkan Yonhap News Agency.
Langkah ini menjadi momentum penting karena merupakan kali pertama bagi Lee menyatakan penyesalan secara langsung kepada Pyongyang, meski sebelumnya ia telah berulang kali melontarkan kritik keras atas aksi provokatif tersebut.
“Sangat disesalkan bahwa beberapa individu melakukan tindakan provokatif seperti itu terhadap Korea Utara secara mandiri,” tegasnya.
Ia pun melabeli aksi terbang tanpa izin itu sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.
Presiden Lee menambahkan bahwa tindakan ceroboh tersebut telah mengusik ketenangan warga yang bermukim di wilayah perbatasan dan memicu kecemasan publik yang sangat besar.
Sejak mulai menjabat pada Juni 2025, Lee Jae Myung terus berupaya membangun kembali jembatan komunikasi dan dialog dengan Korea Utara. Namun, upaya tersebut masih menemui jalan buntu.
Bahkan, pada bulan lalu, Pyongyang secara resmi memberikan label kepada Korea Selatan sebagai “negara paling bermusuhan” dan tetap menutup diri dari berbagai pendekatan diplomatik yang diajukan Seoul.
Baca Juga: Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
(Antara)
Berita Terkait
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
Hadiah Prabowo dari Jepang-Korsel, Kantongi Komitmen Investasi Rp 575 Triliun
-
Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO
-
Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional
-
Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI
-
Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?
-
LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun
-
Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang
-
Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta
-
Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia
-
9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan
-
Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir