- IAEA melaporkan peningkatan signifikan aktivitas nuklir di fasilitas Yongbyon, Korea Utara, yang terdeteksi pada Rabu, 15 April lalu.
- Peningkatan operasional reaktor dan unit pemrosesan tersebut memperkuat kapasitas Korea Utara dalam memproduksi bahan bakar senjata nuklir.
- Perkembangan ini memperumit diplomasi internasional karena Pyongyang menegaskan akan terus melanjutkan program pengembangan senjata nuklir mereka secara mandiri.
Suara.com - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memperingatkan adanya peningkatan signifikan kemampuan Korea Utara dalam memproduksi senjata nuklir.
Temuan terbaru ini memperkuat kekhawatiran global atas eskalasi program nuklir Pyongyang.
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyebut aktivitas di fasilitas nuklir Yongbyon Nuclear Scientific Research Center meningkat tajam.
“Kami mengonfirmasi adanya peningkatan cepat dalam operasi reaktor Yongbyon,” ujarnya dalam konferensi pers di Seoul, Rabu (15/4) seperti dilansir dari Aljazeera.
Selain reaktor utama, IAEA juga mencatat peningkatan aktivitas di unit pemrosesan ulang dan reaktor air ringan.
Aktivitas tersebut menunjukkan penguatan kapasitas produksi bahan bakar nuklir yang menjadi komponen utama hulu ledak.
“Semua ini mengarah pada peningkatan sangat serius dalam kemampuan Korea Utara memproduksi senjata nuklir,” kata Grossi.
Grossi memperkirakan negara tersebut kini memiliki puluhan hulu ledak nuklir.
Korea Utara, yang melakukan uji coba nuklir pertamanya pada 2006, diketahui mengoperasikan sejumlah fasilitas pengayaan uranium.
Baca Juga: AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington
Korea Utara juga telah menutup akses bagi inspektur IAEA sejak 2009.
IAEA turut mendeteksi pembangunan fasilitas baru yang diduga memiliki fungsi serupa dengan fasilitas pengayaan di Yongbyon.
Meski belum bisa diverifikasi langsung, indikasi eksternal menunjukkan kapasitas produksi nuklir Korea Utara terus meningkat.
Di tengah ketegangan global, Pyongyang menegaskan tidak akan pernah menyerahkan program senjata nuklirnya.
Pernyataan ini semakin memperumit upaya diplomasi internasional untuk menekan ambisi nuklir negara tersebut.
Sementara itu, spekulasi soal kemungkinan dukungan Rusia terhadap program nuklir Korea Utara belum dapat dikonfirmasi.
IAEA menyatakan belum menemukan bukti konkret terkait keterlibatan Moskow dalam pengembangan tersebut.
Berita Terkait
-
AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington
-
Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas