Suara.com - Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan menjadi kampus pertama di Indonesia yang memiliki satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk mengelola makan bergizi gratis (MBG).
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menyebut pembangunan SPPG merupakan upaya memperluas peran perguruan tinggi untuk memberi dampak kepada masyarakat. Sikap yang kontroversial ini membuat profil Unhas, kampus pertama yang kelola dapur MBG menjadi sorotan.
Dalam laman resminya, Unhas menulis institusi tersebut bervisi menjadi pusat unggulan dalam pengembangan insani, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya berbasis benua maritim Indonesia. Untuk mencapai hal tersebut, lembaga ini memiliki misi dan nilai berikut.
MISI
1. menyediakan lingkungan belajar berkualitas untuk mengembangkan kapasitas pembelajar yang inovatif dan proaktif;
2. melestarikan, mengembangkan, menemukan, dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya;
3. menerapkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya bagi kemaslahatan Benua Maritim Indonesia.
NILAI
1. Integritas: mewakili jujur, berani, bertanggungjawab dan teguh dalam pendirian
Baca Juga: Pratama Arhan dan Inka Andestha Makin Go Public, Kali Ini di Acara Wisuda
2. Inovatif: merupakan kombinasi dari kreatif, berorientasi mutu, mandiri, dan kepeloporan
3. Katalik: mewakili sifat berani, keteguhan hati, dedikatif, dan kompetitif
4. Arif: manifestasi kepatutan, adil dan beradab, holistik, dan asimilatif
Universitas Hasanuddin resmi berdiri pada tahun 1956, namun cikal bakalnya sudah mulai terlihat jauh sebelumnya. Pada tahun 1947, di Makassar telah berdiri Fakultas Ekonomi yang merupakan cabang dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) di Jakarta. Pendirian fakultas ini didasarkan pada keputusan Letnan Jenderal Gubernur Pemerintah Hindia Belanda Nomor 127 tertanggal 23 Juli 1947.
Seiring dengan kondisi politik dan keamanan yang tidak stabil di Makassar dan sekitarnya, aktivitas fakultas tersebut sempat dihentikan. Fakultas Ekonomi kemudian kembali beroperasi pada 7 Oktober 1953 sebagai cabang UI di bawah pimpinan Prof. Drs. G.H.M. Riekerk.
Perkembangannya semakin signifikan ketika dipimpin oleh Prof. Drs. Wolhoff sebagai pejabat ketua dan Drs. Muhammad Baga sebagai sekretaris sejak 1 September 1956. Periode ini menjadi tonggak penting sebelum akhirnya Universitas Hasanuddin diresmikan secara resmi pada 10 September 1956.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura