- Aliansi masyarakat Kebon Sayur tiba di depan Gedung DPR/MPR Jakarta pada 1 Mei 2026 untuk merayakan May Day.
- Massa aksi menyuarakan tuntutan pencabutan UU Ciptaker serta persoalan penggusuran lahan yang dialami oleh para petani.
- Perwakilan organisasi melakukan audiensi dengan pimpinan DPR, sementara pihak kepolisian menjaga ketat lokasi aksi demonstrasi tersebut.
Suara.com - Massa aksi perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 mulai mendatangi area Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta. Aliansi masyarakat Kebon Sayur dari Cengkareng Jakarta Barat menjadi massa aksi yang pertama sampai di lokasi pada sekitar pukul 10.24 WIB.
Mereka hadir dengan satu mobil komando dibarengi dengan iring-iringan mobil yang membawa bendera organisasinya serta berbagai atribut berwarna merah.
Massa aksi didominasi oleh ibu-ibu yang datang dengan naik mobil bak terbuka. Mereka datang ke aksi May Day tidak hanya dengan sesama rekan pekerja, melainkan juga membawa anak-anaknya.
Sejumlah anak-anak terlihat berada tepat di lokasi aksi. Beberapa anak di antaranya bahkan turut membawa poster tuntutan aksi mengenai pencabutan UU Ciptaker. Dari mobil komando, pemimpin aksi mengingatkan para ibu itu untuk menjaga anak-anaknya selama demo berlangsung.
"Kepada ibu-ibu yang membawa anak kecil, jangan sampai terlepas dari orangtuanya agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan," ujar seorang pria dari atas mobil komando, Jumat (1/5/2026).
Perwakilan organisasi kemudian ada yang masuk ke dalam gedung parleman, dijadwalkan untuk lakukan audiensi dengan pimpinan DPR. Pada orasi singkat dari atas mobil komando, massa aksi menyuarakan soal nasib mereka yang mayoritas bekerja sebagai petani, namun lahan garapannya banyak yang sudah digusur.
Demo diawali dengan doa bersama disambung dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sementara itu, area di depan gedung parlemen langsung dijaga oleh puluhan polisi. Area jalan Gatot Subroto masih dibuka normal dengan arus lalu lintas ramai lancar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga