-
Amerika Serikat memulai Proyek Freedom untuk mengawal kapal sipil melewati blokade Selat Hormuz.
-
Sebanyak 15.000 tentara dan ratusan pesawat dikerahkan untuk melindungi navigasi kapal internasional.
-
Iran mengancam akan menganggap tindakan Amerika Serikat tersebut sebagai bentuk pelanggaran gencatan senjata.
“Ini akan menjadi sesuatu yang sangat positif bagi semua orang,” kata Trump mengenai diskusi diplomatiknya.
Iran sebelumnya mengklaim hak penuh atas Selat Hormuz dan memberlakukan biaya bagi kapal yang lewat.
Banyak awak kapal asal Asia Tenggara dan India terjebak dalam baku tembak drone di udara.
“Mereka adalah korban keadaan,” tulis Trump dalam pernyataannya mengenai nasib para kru kapal.
Kebebasan navigasi internasional kini berada di ujung tanduk akibat kontrol ketat patroli laut Iran.
Trump memberikan peringatan sangat keras bagi siapapun yang berupaya menghalangi proses evakuasi kapal sipil tersebut.
“Jika, dengan cara apa pun, proses kemanusiaan ini diganggu, gangguan itu, sayangnya, harus dihadapi dengan kekerasan,” tegas Trump.
Militer Amerika Serikat sebelumnya telah diperintahkan untuk menindak tegas kapal kecil yang menyebar ranjau.
Blokade ini telah memicu guncangan hebat pada pasar minyak dan gas internasional sejak Februari lalu.
Dunia kini menanti apakah Proyek Freedom akan meredakan situasi atau justru memicu perang terbuka.
Ketegangan di Selat Hormuz meledak setelah Amerika Serikat dan Israel terlibat perang dengan Iran pada 28 Februari.
Jalur air yang sangat sempit ini merupakan urat nadi energi dunia yang kini ditutup secara efektif oleh militer Iran. Hingga saat ini, tercatat sedikitnya dua lusin serangan terhadap kapal komersial telah terjadi di wilayah tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Puji Setinggi Langit Indonesia di Piala AFF 2026, Tijjani Reijnders Nyesel Lebih Pilih Belanda?
-
Biaya Belanja Bisa Bengkak, Harga Bawang Merah hingga Beras Mulai Merangkak Naik
-
6 Titik Nadi Terbaik untuk Semprot Parfum agar Sillage Maksimal
-
Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas
-
Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah
-
Bakal Diteror Mitchell Baker, Kiper Vietnam Gemetar: Akui Timnas Indonesia Bukan Lawan Mudah
-
UMKM Mulai Go Digital, Transaksi QRIS Jadi Andalan Dongkrak Penjualan
-
Kabar Duka, Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia
-
Apa Itu Mini Velo? Ini 4 Rekomendasi Sepeda Paling Bagus dan Awet untuk Bike To Work
-
Koperasi Desa Merah Putih Kini Pasok Lele untuk Program MBG