News / Internasional
Senin, 04 Mei 2026 | 12:31 WIB
Kapal Perang Amerika Serikat (CENTROM)
Baca 10 detik
  • Iran menyebut keterlibatan Amerika Serikat di Selat Hormuz melanggar kesepakatan gencatan senjata antar negara.

  • Parlemen Iran menolak mentah-mentah klaim Donald Trump terkait pengelolaan navigasi di Teluk Persia.

  • Ketegangan meningkat akibat perbedaan persepsi mengenai bantuan kemanusiaan dan kedaulatan wilayah perairan strategis.

Donald Trump melalui platform miliknya mengeklaim bahwa bantuan navigasi ini adalah bentuk aksi kemanusiaan yang mendesak.

“Untuk kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberitahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal mereka dengan aman keluar dari perairan terlarang ini,” tulis Trump.

Namun, Iran tetap melihat tawaran bantuan tersebut sebagai upaya infiltrasi militer dan politik ke wilayah kedaulatan mereka.

Konflik ini berakar pada perselisihan panjang mengenai hak navigasi di Selat Hormuz yang merupakan jalur energi dunia.

Ketegangan semakin memuncak menyusul keterlibatan militer di kawasan yang melibatkan kepentingan banyak negara besar di Timur Tengah.

Status gencatan senjata yang ada saat ini bersifat sangat rapuh dan bergantung pada penghormatan terhadap batas-batas wilayah laut.

Upaya pengelolaan maritim secara mandiri oleh Iran merupakan langkah Teheran untuk memperkuat posisi tawarnya di kancah internasional.

Setiap pergeseran kontrol di Selat Hormuz memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan pasokan minyak global.

Baca Juga: Donald Trump Kerahkan Militer AS Kawal Kapal Sipil di Selat Hormuz Mulai Senin Pagi Ini

Load More