-
Iran menyebut keterlibatan Amerika Serikat di Selat Hormuz melanggar kesepakatan gencatan senjata antar negara.
-
Parlemen Iran menolak mentah-mentah klaim Donald Trump terkait pengelolaan navigasi di Teluk Persia.
-
Ketegangan meningkat akibat perbedaan persepsi mengenai bantuan kemanusiaan dan kedaulatan wilayah perairan strategis.
Donald Trump melalui platform miliknya mengeklaim bahwa bantuan navigasi ini adalah bentuk aksi kemanusiaan yang mendesak.
“Untuk kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberitahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal mereka dengan aman keluar dari perairan terlarang ini,” tulis Trump.
Namun, Iran tetap melihat tawaran bantuan tersebut sebagai upaya infiltrasi militer dan politik ke wilayah kedaulatan mereka.
Konflik ini berakar pada perselisihan panjang mengenai hak navigasi di Selat Hormuz yang merupakan jalur energi dunia.
Ketegangan semakin memuncak menyusul keterlibatan militer di kawasan yang melibatkan kepentingan banyak negara besar di Timur Tengah.
Status gencatan senjata yang ada saat ini bersifat sangat rapuh dan bergantung pada penghormatan terhadap batas-batas wilayah laut.
Upaya pengelolaan maritim secara mandiri oleh Iran merupakan langkah Teheran untuk memperkuat posisi tawarnya di kancah internasional.
Setiap pergeseran kontrol di Selat Hormuz memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan pasokan minyak global.
Baca Juga: Donald Trump Kerahkan Militer AS Kawal Kapal Sipil di Selat Hormuz Mulai Senin Pagi Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas
-
Kemensos Pastikan 8 Titik Sekolah Rakyat Permanen Masuk Tahap Konstruksi