-
Serangan proyektil menghantam kapal tanker dan kargo di kawasan strategis Selat Hormuz.
-
Iran mengklaim kendali atas selat dan menantang hukum kebebasan navigasi internasional.
-
Amerika Serikat menginstruksikan tindakan militer tegas terhadap kapal patroli Iran yang mengancam.
Suara.com - Keamanan jalur perdagangan global kembali terancam setelah serangan proyektil misterius menghantam kapal tanker di Selat Hormuz.
Eskalasi ini menandai kembalinya aksi kekerasan di wilayah perairan paling strategis di dunia sejak akhir April lalu.
Dikutip dari AP, insiden ini mempertegas risiko fatal bagi pelayaran internasional di tengah upaya pengamanan ketat oleh pasukan militer Amerika Serikat.
Dua kapal menjadi sasaran utama dalam rangkaian serangan yang melibatkan kapal cepat kecil dan proyektil tidak dikenal.
Meskipun kerusakan terjadi pada lambung kapal, otoritas terkait melaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris melaporkan kapal pertama dicegat oleh sejumlah perahu kecil di dekat wilayah Sirik, Iran.
Teheran secara sepihak mengklaim memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan memberlakukan aturan bayar tol bagi pelayar.
Aksi ini dianggap sebagai tantangan langsung terhadap hukum internasional yang menjamin kebebasan navigasi bagi seluruh negara dunia.
Namun, media lokal Iran membantah adanya serangan dan menyebut aksi tersebut hanyalah pemeriksaan dokumen rutin kapal.
Baca Juga: AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz
Pihak Iran menyatakan, “Iran membantah adanya serangan, dan mengatakan sebuah kapal yang lewat telah dihentikan untuk pemeriksaan dokumen sebagai bagian dari pemantauan.”
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya telah menginstruksikan militernya untuk mengambil tindakan tegas terhadap kapal patroli yang menebar ranjau.
Mantan Presiden Trump bulan lalu memerintahkan militer AS untuk, “Menembak dan membunuh perahu kecil Iran yang menyebarkan ranjau di selat tersebut.”
Kapal kedua yang menjadi korban adalah sebuah tanker yang dihantam proyektil saat berada di lepas pantai Fujairah, UEA.
Kejadian yang berlangsung menjelang tengah malam tersebut meningkatkan status ancaman keamanan di wilayah Teluk ke level kritis.
Kapal-kapal di sekitar Ras al-Khaimah juga melaporkan adanya peringatan radio misterius yang memerintahkan mereka untuk segera pindah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Tragedi Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, Rieke Desak Perpres Tata Kelola Kereta Api Segera Terbit
-
Gubernur Pramono Anung Lepas 561 Alumni SMK Jakarta Bekerja ke Jerman hingga Jepang
-
4 Dokter Muda Meninggal Saat Magang Sejak Februari 2026, Seberapa Berat Beban Kerja Nakes?
-
Viral Lafaz Allah di Tokong, Polisi Tangkap Pemilik Toko Bangunan
-
Donald Trump Kerahkan Militer AS Kawal Kapal Sipil di Selat Hormuz Mulai Senin Pagi Ini
-
Abaikan Korban 72 Ribu Jiwa, Militer Israel Berencana Kembali Invasi Jalur Gaza
-
Mukjizat di Perkebunan Rambunan: 5 Hari Hilang di Hutan, Nenek 79 Tahun Ditemukan Selamat!
-
Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan
-
Gunung Mayon Meletus, Ribuan Warga Filipina Dievakuasi dan 52 Desa Terdampak Abu
-
Banjir Rob Intai Pesisir Jakarta hingga 8 Mei, BPBD Minta Warga Siaga Tengah Malam