-
Iran mengajukan 14 tuntutan perdamaian termasuk penarikan pasukan AS dan penghentian blokade laut.
-
Teheran menolak keras usulan pembukaan Selat Hormuz dan tetap mempertahankan posisi militer mereka.
-
Blokade Amerika Serikat melumpuhkan pendapatan minyak Iran dan mengancam penutupan sumur-sumur energi.
Suara.com - Iran menyodorkan 14 poin proposal perdamaian yang menuntut Amerika Serikat mencabut sanksi ekonomi dan mengakhiri blokade laut di pelabuhan Iran.
Tuntutan tersebut mencakup penarikan militer Washington dari kawasan Timur Tengah serta penghentian seluruh agresi, termasuk operasi Israel di Lebanon.
Dikutip dari AP, Pakistan kini berperan aktif mendorong komunikasi langsung antara Washington dan Teheran guna meredakan ketegangan yang kian meruncing.
Upaya mediasi ini diperkuat dengan pertemuan tatap muka yang telah difasilitasi Pakistan pada bulan lalu bagi kedua belah pihak.
Kutipan resmi keamanan menyebutkan bahwa pesan-pesan diplomatik terus mengalir melalui perantara Islamabad untuk menghindari konfrontasi yang lebih luas.
Di sisi lain, Donald Trump menawarkan skema pembukaan kembali Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi seperlima perdagangan minyak dunia.
Wilayah perairan strategis ini juga menjadi jalur utama distribusi gas alam serta komoditas pupuk yang sangat dibutuhkan sektor pertanian global.
Namun, Teheran menunjukkan sikap keras dengan menolak mentah-mentah usulan untuk mengembalikan status jalur tersebut ke kondisi sebelum perang.
"Iran tidak akan mundur dari posisi kami di Selat Hormuz, dan itu tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang," tegas Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad.
Baca Juga: Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan
Pemerintah Amerika Serikat membalas dengan memberikan peringatan keras kepada perusahaan pelayaran internasional yang berani melintasi jalur tersebut.
Washington mengancam akan menjatuhkan sanksi bagi siapapun yang membayar biaya transit kepada Iran, baik dalam bentuk uang maupun aset digital.
Sejak pertengahan April, blokade angkatan laut Amerika Serikat telah mencekik arus pendapatan minyak yang sangat krusial bagi ekonomi Iran.
Komando Pusat AS melaporkan bahwa setidaknya 49 kapal komersial telah dipaksa putar balik guna memastikan isolasi ekonomi berjalan efektif.
Tekanan finansial ini membuat pendapatan harian Iran dari sektor pelayaran merosot tajam ke angka yang sangat rendah.
“Kami pikir mereka mendapatkan kurang dari $1,3 juta dalam bentuk tol, yang merupakan jumlah yang sangat kecil dibandingkan pendapatan minyak harian mereka sebelumnya,” ungkap Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Kapal Kargo di Selat Hormuz Mulai Diserang, Dihantam Proyektil Misterius
-
Tragedi Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, Rieke Desak Perpres Tata Kelola Kereta Api Segera Terbit
-
Gubernur Pramono Anung Lepas 561 Alumni SMK Jakarta Bekerja ke Jerman hingga Jepang
-
4 Dokter Muda Meninggal Saat Magang Sejak Februari 2026, Seberapa Berat Beban Kerja Nakes?
-
Viral Lafaz Allah di Tokong, Polisi Tangkap Pemilik Toko Bangunan
-
Donald Trump Kerahkan Militer AS Kawal Kapal Sipil di Selat Hormuz Mulai Senin Pagi Ini
-
Abaikan Korban 72 Ribu Jiwa, Militer Israel Berencana Kembali Invasi Jalur Gaza
-
Mukjizat di Perkebunan Rambunan: 5 Hari Hilang di Hutan, Nenek 79 Tahun Ditemukan Selamat!
-
Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan
-
Gunung Mayon Meletus, Ribuan Warga Filipina Dievakuasi dan 52 Desa Terdampak Abu