-
Piala Dunia 2026 terancam gagal meraih target ekonomi 30 miliar dolar AS bagi Amerika.
-
Masalah visa dan biaya tinggi membuat suporter asing memboikot kedatangan ke stadion.
-
Industri perhotelan AS mengalami pembatalan pesanan besar-besaran karena sepinya pengunjung mancanegara.
Suara.com - Target keuntungan ekonomi senilai 30 miliar dolar AS pada Piala Dunia 2026 kini berada dalam bayang-bayang kegagalan.
Penyebab utamanya adalah minimnya minat suporter mancanegara untuk datang langsung ke Amerika Serikat akibat berbagai kendala birokrasi.
Laporan terbaru New York Times menunjukkan bahwa mayoritas pengusaha hotel di kota-kota penyelenggara mengalami kemerosotan jumlah pesanan dibandingkan prediksi awal.
Hampir 80 persen penyedia jasa penginapan di sembilan kota tuan rumah mengeluhkan rendahnya tingkat keterisian kamar.
Padahal, secara global tiket pertandingan yang terjual hingga saat ini sudah menembus angka lima juta lembar.
Kondisi ini diperparah dengan langkah FIFA yang membatalkan secara mendadak sekitar 70 persen blokade kamar hotel mereka.
Keputusan tersebut menyebabkan pasar perhotelan kelebihan pasokan dan memicu pembatalan kontrak hingga 95 persen di beberapa wilayah.
“Indikator menunjukkan bahwa peningkatan ekonomi yang diantisipasi mungkin tidak memenuhi harapan. Meskipun lebih dari lima juta tiket terjual, permintaan ini belum diterjemahkan ke dalam pemesanan hotel yang kuat. Wisatawan domestik melampaui wisatawan internasional — sebuah ketidakseimbangan yang mengancam dampak ekonomi lebih luas yang diharapkan dihasilkan oleh Piala Dunia,” tulis laporan American Hotel & Lodging Association (AHLA).
Keengganan suporter asing berkunjung disebabkan oleh lambatnya proses persetujuan visa dan kekhawatiran terhadap perlakuan petugas imigrasi.
Baca Juga: 12 Orang Jadi Korban Penembakan Massal di Pesta Tepi Danau Arcadia
Selain itu, melonjaknya harga tiket pesawat dan penguatan nilai tukar dolar AS membuat biaya perjalanan menjadi sangat tidak terjangkau.
Banyak calon penonton merasa tidak mendapatkan sambutan yang hangat dari kebijakan pintu masuk wilayah Amerika Serikat saat ini.
Padahal, satu orang turis asing diproyeksikan menghabiskan uang 1,7 kali lebih banyak daripada wisatawan domestik selama turnamen berlangsung.
“Bahkan dengan antisipasi global yang meningkat, jalur ke AS bagi banyak pelancong Piala Dunia terasa semakin tidak seperti sambutan karpet merah. Ada persepsi bahwa pelancong internasional mungkin menghadapi waktu tunggu visa yang lama, peningkatan biaya visa, dan ketidakpastian yang menetap seputar pemrosesan masuk,” ungkap laporan tersebut.
Di tengah kelesuan minat pengunjung, beberapa negara bagian justru berencana menaikkan pajak penginapan dan makanan.
New Jersey dan Philadelphia menjadi wilayah yang paling disorot karena kebijakan pajak baru ini dianggap kontraproduktif bagi industri pariwisata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?