-
Piala Dunia 2026 terancam gagal meraih target ekonomi 30 miliar dolar AS bagi Amerika.
-
Masalah visa dan biaya tinggi membuat suporter asing memboikot kedatangan ke stadion.
-
Industri perhotelan AS mengalami pembatalan pesanan besar-besaran karena sepinya pengunjung mancanegara.
Pihak AHLA memperingatkan bahwa tambahan beban biaya bagi konsumen hanya akan membuat turis semakin menjauhi lokasi pertandingan.
“Memberlakukan pajak konsumen tambahan pada saat ini berisiko semakin mematahkan semangat pengunjung untuk memilih New Jersey,” tegas laporan itu.
Upaya hotel yang sudah merenovasi fasilitas dan menambah staf multibahasa kini terancam sia-sia jika reservasi tidak segera meningkat.
Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat sangat optimistis bahwa ajang sepak bola terbesar ini akan menjadi mesin ekonomi raksasa.
Target penyerapan tenaga kerja sebanyak 200.000 posisi baru kini terancam tidak tercapai sesuai jadwal.
“Turnamen ini akan memiliki dampak ekonomi sebesar 30 miliar dolar di negara ini dan akan menciptakan hampir 200.000 pekerjaan bagi Amerika,” kata Donald Trump dalam pertemuan dengan Presiden FIFA tahun lalu.
Mantan presiden tersebut juga sempat menjanjikan kemudahan akses bagi seluruh penggemar sepak bola dunia untuk masuk ke negaranya.
“Memastikan bahwa penggemar sepak bola dari seluruh dunia diperiksa dengan benar dan dapat datang ke Amerika Serikat musim panas mendatang — dengan mudah,” tambahnya.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli dengan melibatkan 11 kota besar di Amerika Serikat.
Baca Juga: 12 Orang Jadi Korban Penembakan Massal di Pesta Tepi Danau Arcadia
Selain Amerika, Kanada dan Meksiko bertindak sebagai tuan rumah bersama dalam format turnamen yang lebih besar ini.
Masalah birokrasi dan biaya hidup di Amerika menjadi faktor krusial yang menentukan sukses tidaknya acara ini dari sisi pendapatan non-tiket.
Saat ini, industri perhotelan hanya bisa berharap pada lonjakan pemesanan di menit-menit terakhir saat fase gugur dimulai.
Kebijakan pemerintah dalam mempercepat proses visa dan meninjau ulang kenaikan pajak sangat dinantikan oleh para pelaku usaha.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol