News / Metropolitan
Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB
Polisi menangkap warga negara China berinisial GE di apartemen kawasan Pademangan, Jakarta Utara, atas kasus peredaran narkotika. (Ist)
Baca 10 detik
  • Polres Metro Jakarta Utara mengungkap pabrik narkoba jenis etomidate skala industri rumahan yang dikendalikan WNA China berinisial HC.
  • Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan tindak pidana penyekapan di sebuah hotel kawasan Ancol pada April 2026.
  • Polisi menyita bahan baku dan ratusan cartridge vape etomidate siap edar dari tiga lokasi apartemen di Jakarta Utara.

Suara.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro (Polrestro) Jakarta Utara berhasil membongkar praktik haram berskala industri rumahan yang memproduksi narkotika jenis etomidate.

Bisnis gelap ini dikendalikan oleh seorang warga negara asing atau WNA China berinisial HC (51).

Tersangka menyulap unit apartemen di kawasan Jakarta Utara menjadi pabrik pengolahan liquid vape berbahaya yang siap edar.

Keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan intensif yang dilakukan oleh pihak kepolisian setelah menangkap tersangka HC di sebuah apartemen beberapa waktu lalu.

Polisi tidak berhenti pada penangkapan awal, melainkan terus menelusuri jejak produksi barang haram tersebut hingga ke akar-akarnya.

"Kami mengembangkan kasus industri rumahan narkoba jenis etomidate yang dimiliki WNA China berinisial HC (51) dan menggerebek di dua lokasi lainnya," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestro Jakut AKBP Ari Galang Saputro di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Dari hasil penggeledahan di dua lokasi berbeda tersebut, petugas menemukan fakta mengejutkan mengenai skala produksi yang dilakukan tersangka.

Polisi menyita berbagai barang bukti mulai dari bahan baku mentah hingga cartridge vape yang sudah berisi etomidate dan siap dikonsumsi oleh para pengguna.

Petugas melakukan penyisiran mendalam di lokasi kedua dan menemukan tumpukan cartridge kosong.

Baca Juga: Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan

Barang-barang tersebut diduga kuat akan digunakan oleh tersangka HC untuk mengemas liquid etomidate sebelum dilempar ke pasar gelap.

Tak berhenti di situ, pencarian berlanjut ke lokasi ketiga yang menjadi pusat produksi utama.

“Lalu, petugas mengembangkan ke lokasi ketiga dan menemukan ratusan vape etomidate yang sudah terbungkus dan siap untuk diedarkan," ujar Ari sebagaimana dilansir Antara.

Di lokasi ketiga ini, polisi menemukan bukti-bukti teknis yang menunjukkan bahwa tempat tersebut adalah sebuah home industry yang terorganisir.

Selain ratusan vape siap edar, petugas juga mengamankan enam bungkus bahan baku utama yang digunakan untuk meracik cairan mematikan tersebut.

"Kami juga menemukan barang-barang alat produksi yang digunakan oleh tersangka untuk memasak, untuk memasukkan, sehingga cartridge vape tersebut bisa diedarkan," tutur Ari.

Load More