- Founder Balad Grup, Gus Lilur, mendesak Presiden Prabowo membentuk satgas khusus untuk memberantas penyelundupan benih bening lobster lintas negara.
- Penyelundupan benih lobster merugikan ekonomi nelayan Indonesia karena keuntungan nilai tambah justru dinikmati oleh negara lain secara ilegal.
- Pemerintah didesak memperkuat regulasi budidaya lobster dalam negeri melalui fasilitas teknologi, permodalan, dan pendampingan bagi seluruh nelayan Indonesia.
Proses itu disebut berlangsung di kawasan Choa Chu Kang dan Lim Chu Kang.
“Di Singapura, BBL itu disegarkan dan dikondisikan kembali. Setelah itu diterbangkan ke Kamboja untuk mendapatkan dokumen legalitas,” ujarnya.
Menurut Gus Lilur, Kamboja menjadi titik penting karena di negara tersebut diterbitkan dokumen legalitas berupa Certificate of Origin (COO) dan Certificate of Health (COH) sebelum BBL masuk ke Vietnam.
“Vietnam tidak menerima tanpa legalitas. Maka dibuatlah COO dan COH di Kamboja. Setelah itu BBL masuk ke Vietnam,” katanya.
Ia menilai pola tersebut menunjukkan bahwa penyelundupan BBL telah menjadi bagian dari rantai pasok industri lobster global.
Indonesia disebut hanya menjadi sumber benih, sementara negara lain menikmati keuntungan ekonomi yang jauh lebih besar.
“Ini ironi besar. Benihnya dari Indonesia, tetapi yang menikmati nilai ekonomi ratusan triliun justru negara lain. Nelayan kita hanya menjadi penonton,” kata Gus Lilur.
Karena itu, ia mendesak pemerintah segera membentuk Satgas Khusus Pemberantasan Penyelundupan BBL yang melibatkan KKP, Polri, TNI AL, Bea Cukai, otoritas pelabuhan, otoritas bandara, hingga unsur intelijen negara.
“Penyelundupan BBL ini tidak bisa ditangani biasa-biasa saja. Jalurnya lintas negara, aktornya terorganisir, dan nilainya sangat besar. Negara harus hadir dengan satgas khusus,” tegasnya.
Baca Juga: Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
Selain penindakan, Gus Lilur meminta pemerintah memberikan dukungan nyata kepada nelayan untuk membudidayakan BBL di dalam negeri. Dukungan itu mencakup teknologi, permodalan, pendampingan, perizinan, hingga kepastian pasar.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat budidaya lobster dunia karena memiliki habitat alami BBL, pengalaman nelayan, dan pasar ekspor yang terus terbuka.
“Kalau BBL tidak lagi bocor ke luar negeri dan nelayan difasilitasi untuk budidaya, Indonesia bisa menjadi pusat lobster dunia,” ujarnya.
Gus Lilur menegaskan Tritura Nelayan Republik Indonesia memuat tiga tuntutan utama kepada Presiden Prabowo Subianto, yakni memberantas total penyelundupan BBL, memfasilitasi budidaya lobster di dalam negeri, serta menggerakkan seluruh jajaran KKP untuk memperkuat budidaya lobster oleh nelayan Indonesia.
“Tritura Nelayan ini adalah seruan kedaulatan. Bentuk satgas, berantas penyelundupan, fasilitasi nelayan, dan jadikan Indonesia sebagai pusat budidaya lobster dunia,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sapa Warga dari Atas Maung
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai