- Kementerian Luar Negeri Iran resmi mengirimkan tanggapan atas proposal Amerika Serikat terkait penghentian perang pada Minggu, 10 Mei 2026.
- Pemerintah Iran menegaskan fokus utama mereka saat ini adalah mengakhiri konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah secara menyeluruh.
- Hingga saat ini, pihak Amerika Serikat belum memberikan respons resmi maupun detail terkait jawaban yang disampaikan oleh pihak Iran.
Suara.com - Iran dilaporkan telah mengirimkan tanggapan resmi terhadap proposal terbaru Amerika Serikat terkait upaya penghentian perang dengan Israel.
Informasi tersebut dikonfirmasi sumber di Kementerian Luar Negeri Iran pada Minggu (10/5/2026).
Sumber tersebut mengatakan jawaban Iran telah disampaikan kepada pihak mediator yang terlibat dalam proses diplomasi antara kedua negara.
Namun hingga kini, isi detail dari respons Tehran belum dipublikasikan ke publik.
Menurut laporan media Iran, fokus utama pembahasan saat ini adalah menghentikan perang yang disebut Tehran sebagai perang agresi AS-Israel.
Pemerintah Iran berulang kali menegaskan bahwa prioritas mereka saat ini bukan negosiasi isu lain, melainkan upaya mengakhiri konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan penghentian perang menjadi perhatian utama pemerintah Iran.
“Untuk saat ini, kami memutuskan fokus pada penghentian perang, karena isu ini menjadi perhatian bagi seluruh kawasan, bangsa kami, dan komunitas internasional,” ujar Baqaei dalam wawancara dengan Press TV seperti dikutip dari Tasnim News.
Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat mengenai jawaban terbaru Iran tersebut.
Baca Juga: Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
Namun perkembangan ini dinilai menjadi sinyal penting di tengah meningkatnya tekanan internasional agar konflik di kawasan segera dihentikan.
Upaya diplomatik antara Tehran dan Washington belakangan terus menjadi sorotan dunia setelah ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Berita Terkait
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026 di Tengah Perang dengan Amerika Serikat dan Israel
-
Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT