- Pastor Mitri Raheb memperingatkan umat Kristen di Palestina terancam punah pada tahun 2050 akibat konflik berkepanjangan.
- Pembatasan pergerakan, tekanan ekonomi, dan serangan militer Israel memaksa ribuan keluarga Kristen meninggalkan tanah kelahiran mereka.
- Pemerintah Israel dituding menciptakan atmosfer intimidasi yang menghambat kebebasan beribadah serta merusak sektor pariwisata di Bethlehem.
Suara.com - Seorang pastor sekaligus teolog asal Bethlehem, Mitri Raheb, memperingatkan komunitas Kristen Palestina berada di ambang krisis serius akibat konflik berkepanjangan dan pendudukan Israel di wilayah Palestina.
Raheb menyebut pembatasan pergerakan, tekanan ekonomi, hingga meningkatnya serangan terhadap warga Kristen membuat banyak keluarga memilih meninggalkan tanah kelahiran mereka.
“Jika situasi ini terus berlanjut, saya percaya pada 2050 tidak akan ada lagi umat Kristen di Palestina,” kata Raheb dalam wawancara dengan Anadolu Agency di Bethlehem, Tepi Barat, Senin (11/5/2026).
Menurut Raheb, lebih dari 200 keluarga Kristen dari wilayah Bethlehem telah meninggalkan Palestina dalam dua tahun terakhir karena takut terhadap keselamatan keluarga mereka.
“Banyak yang takut untuk masa depan anak-anak mereka,” ujarnya.
Saat ini, Raheb memperkirakan hanya sekitar 45 ribu umat Kristen yang tersisa di Tepi Barat dan kurang dari 600 orang di Gaza.
Sementara sekitar 120 ribu warga Kristen Palestina tinggal di Israel.
Raheb menilai situasi di Tepi Barat semakin sulit akibat banyaknya pos pemeriksaan militer dan penutupan jalan oleh Israel.
Di sekitar Bethlehem saja, menurutnya terdapat 54 pos pemeriksaan dan gerbang yang sewaktu-waktu dapat ditutup.
Baca Juga: Iran Kirim Proposal Baru ke AS: Tanda Mau Damai atau Strategi Baru?
“Dengan satu tombol mereka bisa menutup semuanya, dan kami menjadi tahanan di kota kami sendiri,” kata Raheb.
Ia juga mengaku tidak memiliki izin untuk pergi ke Yerusalem meski jaraknya hanya sekitar 10 kilometer dari Bethlehem.
Raheb menambahkan pembatasan tersebut berdampak besar terhadap aktivitas ibadah umat Kristen maupun Muslim, terutama saat Ramadan dan Pekan Suci.
Menurutnya, umat Kristen lokal bahkan sempat dilarang memasuki Gereja Makam Kudus di Yerusalem, sementara wisatawan asing tetap diperbolehkan.
Raheb juga menyoroti meningkatnya serangan terhadap gereja dan komunitas Kristen di Palestina.
Ia menuding pemerintah sayap kanan Israel menciptakan atmosfer yang mendorong aksi intimidasi terhadap warga Kristen.
Berita Terkait
-
Iran Kirim Proposal Baru ke AS: Tanda Mau Damai atau Strategi Baru?
-
3 Orang Meninggal Dunia, Kasus Pertama Hantavirus Ditemukan di Israel
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Setelah Hancurkan Patung Yesus Kini Tentara Israel Lecehkan Patung Bunda Maria
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat
-
Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit
-
Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas