News / Internasional
Selasa, 12 Mei 2026 | 10:36 WIB
Seorang pastor sekaligus teolog asal Bethlehem, Mitri Raheb, memperingatkan komunitas Kristen Palestina berada di ambang krisis serius akibat konflik berkepanjangan dan pendudukan Israel di wilayah Palestina. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pastor Mitri Raheb memperingatkan umat Kristen di Palestina terancam punah pada tahun 2050 akibat konflik berkepanjangan.
  • Pembatasan pergerakan, tekanan ekonomi, dan serangan militer Israel memaksa ribuan keluarga Kristen meninggalkan tanah kelahiran mereka.
  • Pemerintah Israel dituding menciptakan atmosfer intimidasi yang menghambat kebebasan beribadah serta merusak sektor pariwisata di Bethlehem.

“Selama Israel bisa melakukan semua ini tanpa pertanggungjawaban, mereka akan terus melakukannya,” ujar Raheb.

Ia mengungkapkan kelompok gereja mencatat sedikitnya 62 insiden yang menargetkan umat Kristen di Yerusalem sepanjang tahun ini, termasuk pastor yang diludahi di ruang publik.

Militer Israel membuka penyelidikan setelah foto seorang tentara yang diduga melecehkan patung Bunda Maria di Lebanon selatan viral di media sosial. [Istimewa]

Raheb juga menyinggung serangan terhadap Gereja Santo Porphyrius di Gaza pada 2023 yang menewaskan 18 warga sipil, serta penembakan ibu dan anak perempuan di gereja Katolik Gaza oleh sniper Israel.

Selain faktor keamanan, Raheb menyebut ekonomi Bethlehem yang sangat bergantung pada sektor pariwisata kini mengalami keterpurukan.

Menurutnya, minimnya wisatawan dalam beberapa tahun terakhir membuat kehidupan masyarakat semakin berat.

“Situasi ekonomi menjadi sangat sulit,” kata Raheb.

Ia menilai banyak keluarga Palestina akhirnya memutuskan hengkang karena tidak ingin anak-anak mereka tumbuh di wilayah yang dipenuhi konflik dan militerisasi.

Load More