- Dua Pekerja Migran Indonesia menjadi korban dugaan TPPO melalui modus tawaran pekerjaan ilegal di Arab Saudi pada 2026.
- Kemlu menyatakan video viral terkait eksploitasi 450 pria adalah misinformasi, karena angka tersebut hanya merupakan ancaman dari pelaku.
- Korban berhasil melarikan diri setelah disekap selama dua hari dan kini mendapat pendampingan hukum serta psikologis dari KBRI.
Awalnya mereka bekerja pada majikan resmi, namun merasa tidak nyaman. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh oknum WNI lain yang menawarkan pekerjaan baru pada pertengahan Februari 2026.
"Pada pertengahan Februari 2026, kedua PMI tersebut dijemput oleh pihak dimaksud. Setelah dijemput, keduanya baru mengetahui bahwa mereka diduga akan dibawa ke tempat yang mengarah pada praktik prostitusi," jelas pihak Kemlu dalam siaran pers resminya.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI akhirnya memberikan pernyataan resmi untuk meluruskan pemberitaan yang beredar mengenai dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Arab Saudi.
Pihak kementerian menegaskan bahwa terdapat misinformasi yang cukup signifikan akibat potongan video viral di media sosial yang tidak utuh.
Menurut penelusuran, rekaman video yang memicu kegaduhan tersebut pertama kali diunggah oleh seseorang berinisial KD melalui platform Facebook. S
ayangnya, konten tersebut kemudian disebarluaskan kembali oleh berbagai akun Instagram tanpa izin dalam kondisi yang sudah dipotong-potong. Ironisnya, potongan video yang tidak proporsional inilah yang kemudian dijadikan referensi oleh sejumlah media dalam menyusun pemberitaan.
5. Klarifikasi Angka "450 Orang"
Salah satu poin yang paling menyita perhatian publik adalah narasi yang menyebutkan bahwa kedua PMI tersebut telah dipaksa melayani 450 orang. Namun, Kemlu secara tegas menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan telah keluar dari konteks yang sebenarnya.
Berdasarkan hasil klarifikasi langsung yang dilakukan oleh KBRI Riyadh, angka "450 orang" yang diucapkan dalam video tersebut bukanlah jumlah kejadian yang sudah dialami oleh korban.
Baca Juga: Viral Pria di Depok Halangi dan Tendang Ambulans Hingga Penyok, Kini Berakhir Diciduk Polisi
Sebaliknya, ucapan itu merujuk pada bentuk ancaman psikologis yang dilontarkan oleh pelaku kepada korban jika mereka tidak menuruti kemauan penyekap.
Kedua PMI yang bersangkutan juga merasa dirugikan dengan beredarnya potongan video tersebut karena telah menciptakan persepsi keliru di tengah masyarakat.
6. Korban Disekap Sekitar Seminggu
Informasi valid yang berhasil dihimpun oleh tim perlindungan WNI menunjukkan bahwa kedua korban berada di lokasi penyekapan dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar satu hingga dua hari. Beruntung, keduanya berhasil melarikan diri sebelum praktik eksploitasi seksual benar-benar terjadi.
Meski berhasil lolos dari eksploitasi sebagai pekerja seks, Kemlu menegaskan bahwa keduanya tetap dikategorikan sebagai korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Hal ini didasari atas tindakan penculikan, penyekapan, intimidasi, serta kekerasan fisik yang sempat mereka alami selama berada dalam kuasa para pelaku.
"Fakta yang diperoleh langsung dari kedua PMI menunjukkan bahwa mereka berada di lokasi penyekapan selama 1-2 hari dan berhasil keluar sebelum mengalami eksploitasi sebagai pekerja seks komersial. Namun demikian, kedua PMI tetap merupakan korban dugaan TPPO karena telah mengalami penculikan, penyekapan, intimidasi, serta kekerasan fisik," jelas pihak Kemlu dalam keterangan resminya.
Hingga saat ini, KBRI Riyadh terus memberikan pengawalan ketat dan pendampingan psikologis maupun hukum kepada kedua korban.
Otoritas Indonesia di Arab Saudi juga terus menjalin koordinasi dengan kepolisian setempat untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk mengejar pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan tersebut.
Menyikapi fenomena ini, Kemlu mengimbau kepada media massa dan masyarakat luas agar lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi. Publik diminta untuk selalu melakukan verifikasi terhadap kebenaran informasi sebelum membagikan narasi yang sensitif.
Berita Terkait
-
Profil Dyastasita WB: Juri LCC MPR yang Viral, LHKPN Miliknya Tak Punya Kendaraan
-
AHY Tegur Keras Pejabat yang 'Ngeloyor' Pergi saat Dirinya Berbicara: 'Anda Dengarkan Saya Dulu!
-
Indri Wahyuni Juri LCC MPR Viral, Gaji dan Kekayaannya Bikin Publik Melongo
-
Dari Cosplayer ke Gaming Creator, Sosok Ini Mendadak Viral Usai Bagikan Tips Main Game
-
Komentar Terbaik Netizen untuk Juri Blunder di Cerdas Cermat 4 Pilar MPR, Lucu Sekaligus Pedas
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut
-
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!