- Dua Pekerja Migran Indonesia menjadi korban dugaan TPPO melalui modus tawaran pekerjaan ilegal di Arab Saudi pada 2026.
- Kemlu menyatakan video viral terkait eksploitasi 450 pria adalah misinformasi, karena angka tersebut hanya merupakan ancaman dari pelaku.
- Korban berhasil melarikan diri setelah disekap selama dua hari dan kini mendapat pendampingan hukum serta psikologis dari KBRI.
Suara.com - Publik digegerkan dengan video dugaan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Arab Saudi. Keduanya mengaku terjebak dalam sindikat prostitusi dan mengalami eksploitasi. Kasus ini pun langsung menarik perhatian otoritas terkait untuk melakukan penyelidikan mendalam.
Berikut adalah deretan fakta yang berhasil dihimpun Redaksi Suara.com mengenai kasus dugaan TPPO dan eksploitasi seksual yang menimpa kedua Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut:
1. Video Pengakuan Viral di Media Sosial
Kasus ini mencuat setelah video pengakuan kedua korban diunggah oleh akun Instagram @bisikanneti pada Rabu (29/4/2025). Dalam rekaman tersebut, tampak raut ketakutan yang mendalam dari kedua wanita tersebut saat menceritakan pengalaman pahit mereka.
Informasi ini kemudian semakin luas dibicarakan hingga memasuki bulan Mei 2026, memicu desakan publik agar pemerintah segera bertindak.
Salah satu poin paling mengejutkan dalam pengakuan tersebut adalah jumlah pria yang harus mereka layani. Mereka mengklaim berada di bawah tekanan target yang sangat berat demi mendapatkan upah. "Jadi dalam sebulan harus layani 450 pria. Kalau nggak sampe target nggak dapat gaji," ungkap salah satu wanita dalam video tersebut dengan nada suara bergetar.
2. Modus Iming-Iming Pekerjaan via WhatsApp
Video viral ini menunjukkan, awalnya berasal dari tawaran pekerjaan di Arab Saudi oleh seorang pekerja lapangan perempuan berinisial N melalui pesan singkat. Namun, sesampainya di sana, kenyataan pahit justru menanti. Keduanya dipertemukan dengan perempuan lain berinisial Z.
"Jadi N ini iming-iming di WA untuk kerja di Arab Saudi. Tapi ketemu dengan Z. Di sana kami disekap untuk melayani pria," tutur salah satu korban menjelaskan skema penipuan yang mereka alami.
Baca Juga: Viral Pria di Depok Halangi dan Tendang Ambulans Hingga Penyok, Kini Berakhir Diciduk Polisi
3. PMI Kabur
Meskipun dalam kondisi disekap dan diawasi ketat, keberanian kedua PMI ini akhirnya muncul saat ada kesempatan. Mereka memanfaatkan momen ketika diajak berbelanja ke sebuah pusat perbelanjaan untuk melarikan diri.
"Tapi kami bisa kabur saat belanja ke salah satu mal," tambah wanita tersebut dalam video yang viral.
Setelah berhasil lolos, mereka menuju sebuah restoran Indonesia dan bertemu dengan seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial KD.
4. Hasil Investigasi KBRI Riyadh dan Kemlu: Video Viral Dipotong
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Direktorat Pelindungan WNI bersama KBRI Riyadh bergerak cepat mencari keberadaan korban. Hasil pendalaman mengungkap bahwa kedua PMI ini sebenarnya tiba di Arab Saudi pada akhir Januari 2026.
Berita Terkait
-
Profil Dyastasita WB: Juri LCC MPR yang Viral, LHKPN Miliknya Tak Punya Kendaraan
-
AHY Tegur Keras Pejabat yang 'Ngeloyor' Pergi saat Dirinya Berbicara: 'Anda Dengarkan Saya Dulu!
-
Indri Wahyuni Juri LCC MPR Viral, Gaji dan Kekayaannya Bikin Publik Melongo
-
Dari Cosplayer ke Gaming Creator, Sosok Ini Mendadak Viral Usai Bagikan Tips Main Game
-
Komentar Terbaik Netizen untuk Juri Blunder di Cerdas Cermat 4 Pilar MPR, Lucu Sekaligus Pedas
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi