- Lima dokter spesialis melaporkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ke Polda Metro Jaya pada Senin, 11 Mei 2026.
- Pelapor menuding Menkes menyalahgunakan gelar insinyur dalam dokumen resmi padahal latar belakang pendidikannya adalah sarjana fisika nuklir.
- Kuasa hukum melampirkan sepuluh bukti pendukung untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran Pasal 272 KUHP dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.
Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dipolisikan atas dugaan pemalsuan gelar akademis. Adapun laporan tersebut dilayangkan oleh lima orang dokter spesialis, di Polda Metro Jaya, Senin (11/5/2026) kemarin.
Kuasa hukum pelapor, Otto Cornelis Kaligis atau OC Kaligis menjelaskan dasar laporan yang dilayangkan oleh pihaknya karena Menkes Budi tidak menggubris somasi sebelumnya terkait dugaan pemalsuan gelar tersebut.
“Jadi kebetulan ini para dokter semua artinya sepakat untuk melaporkan Menkes. Karena bukan ijazah palsu tetapi gelar palsu. Jadi Pasalnya 272 Ayat 2 KUHP Baru dan Pasal 69 Ayat 1 Sistem Pendidikan Nasional,” kata OC Kaligis, kepada wartawan, Selasa (12/5/2016).
Dalam laporan tersebut, OC Kaligis juga mengaku telah melampirkan 10 alat bukti.
“Dan di Polda metro sudah diberikan 10 bukti dan dalam 1x24 SOP nya akan ditindaklanjuti,” jelasnya.
Sementara dari salah satu dokter spesialis yang ikut melaporkan Menkes Budi yakni dr. Nurdadi Saleh, menjelaskan akar permasalahannya karena gelar Ir yang dipakai Menkes Budi.
“Bahwa menurut data yang sebenarnya beliau adalah seorang dokterhandes. Karena dia di ITB itu lulusan fisika nuklir gelarnya bukan Ir tapi dokter,” sebutnya.
Namun, Nurdadi mengklaim dari bukti yang telah dilampirkan Menkes Budi turut menggunakan gelar Ir dalam berbagai kesempatan resmi menggunakan gelar diduga tidak sesuai tersebut.
“Tapi beliau menggunakan itu, pada acara yang formal. Apa saja itu, pertama di buku saku tentang UU kesehatan 2023 yang beliau TTD gelarnya Ir. Kedua saat rapat gelar dengar pendapat di DPR hasil notulensi beliau TTD gelarnya Ir. Kita somasi tidak ditanggapi, makanya kita meningkat kepada laporan polisi,” jelasnya.
Baca Juga: Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan laporan tersebut.
Laporan itu telah diterima SPKT atas dugaan pemalsuan dan sistem pendidikan di Indonesia.
“Benar dilaporkan senin 11 Mei tentang dugaan pemalsuan dan sistem pendidikan di Indonesia,” kata Budi saat dikonfirmasi awak media, Selasa.
Berita Terkait
-
Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam
-
Bermula dari Area Parkir, Polisi Bongkar Penyimpanan 1.000 Butir Ekstasi di Apartemen Greenbay Jakut
-
Penampakan Gudang PT Indobike Isi Ribuan Motor Honda-Yamaha Hasil Kejahatan Fidusia di Jaksel
-
Terbongkar! Skandal PT Indobike, Raup Rp26 M dari Ekspor Ribuan Motor Hasil Kejahatan Fidusia
-
Gerebek Gudang Kemandoran! Polisi Sita 1.496 Motor Ilegal Siap Ekspor, Terkuak Modus Pakai KTP Orang
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan